Hadapi Prediksi Kemarau Ekstrem 2026, Bupati Pakpak Bharat Ikuti Rakornas Antisipasi Krisis Pangan

Selasa, 21 April 2026 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, MNP – Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI di Jakarta, Senin (20/04/2026).

Pertemuan tingkat nasional ini fokus membahas strategi menghadapi prediksi musim kemarau ekstrem (El Nino) tahun 2026 yang mengancam sektor pertanian.

Rakornas ini merupakan langkah cepat menindaklanjuti peringatan dini dari BMKG terkait potensi kekeringan panjang.

Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, dalam arahannya menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan sebagai respons terhadap krisis pangan dunia.

“Dunia saat ini sedang menghadapi krisis pangan, energi, dan air. Indonesia bertekad menyelesaikan ketiganya. Bapak Presiden bertekad tidak akan melakukan impor beras, dan dalam empat tahun ke depan swasembada ini harus terwujud,” tegas Amran Sulaiman di hadapan para kepala daerah.

Menanggapi arahan tersebut, Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, menyatakan kesiapan daerahnya untuk berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional.

Namun, ia menekankan perlunya dukungan nyata dari pemerintah pusat untuk mengoptimalkan potensi daerah.

“Pakpak Bharat memiliki cadangan lahan yang cukup luas yang bisa dijadikan sawah maupun kawasan pertanian produktif lainnya. Ini sangat mendukung upaya swasembada pangan,” ujar Franc usai mengikuti rapat.

Meski demikian, Franc menggarisbawahi bahwa daerah tidak bisa bergerak sendiri dalam menghadapi tantangan alam dan infrastruktur pertanian yang besar.

“Kita butuh sinergi yang kuat dan berkesinambungan antara pusat dan daerah. Kami butuh dukungan penuh, baik dari sisi anggaran maupun sumber daya lainnya untuk mengolah potensi lahan tersebut. Inilah yang harus kita sinergikan agar target swasembada nasional bisa tercapai,” pungkasnya.

Melalui Rakornas ini, diharapkan terjalin kolaborasi konkret antara Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dalam memitigasi dampak El Nino serta memperkuat kedaulatan pangan di wilayah Sumatera Utara.

Loading

Penulis : Benny Solin

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Kepala ATR/BPN Kabupaten Bogor Dicokok KPK, Rakyat Syukuran Potong Hingga Nyate 2 Ekor Kambing
Cegah Karhutla, Warga Bisa Laporkan Titik Api Lewat Siger Lampung Presisi
Ketagihan Transaksi COD Obat Keras di Garut, Pria Asal Malangbong Berujung di Sel Tahanan
Pajak Truk Sampah DLH Kota Bogor Mati, FJP2 Pertanyakan Efektifitas Anggaran Operasional
Langkah Strategis! FH UNSA Audiensi ke KPU Sulsel, Siap Teken MoU Perkuat Demokrasi Pemilu
Pemkab Garut Apresiasi Pelantikan Pengurus Paguron Pencak Silat Pusaka Riksa Diri Periode 2026-2030
Memimpin Sejak Dini, SD Islam Al-Jamal Tasikmalaya Gelar Pemilu Raya Ketua IKSAL Berbasis Digital
Puskesmas Cisayong Gelar Pengobatan dan Pemeriksaan Kesehatan Lansia di Desa Santanamekar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:48 WIB

Kepala ATR/BPN Kabupaten Bogor Dicokok KPK, Rakyat Syukuran Potong Hingga Nyate 2 Ekor Kambing

Selasa, 22 September 2026 - 07:42 WIB

Cegah Karhutla, Warga Bisa Laporkan Titik Api Lewat Siger Lampung Presisi

Senin, 21 September 2026 - 17:51 WIB

Ketagihan Transaksi COD Obat Keras di Garut, Pria Asal Malangbong Berujung di Sel Tahanan

Senin, 21 September 2026 - 17:38 WIB

Pajak Truk Sampah DLH Kota Bogor Mati, FJP2 Pertanyakan Efektifitas Anggaran Operasional

Senin, 21 September 2026 - 15:27 WIB

Langkah Strategis! FH UNSA Audiensi ke KPU Sulsel, Siap Teken MoU Perkuat Demokrasi Pemilu

Berita Terbaru