Tasikmalaya, MNP – Permasalahan isu banjir dan kondisi sungai Ciloseh,Cimulu dan Citanduy menjadi topik serius, pasalnya warga bantaran khawatir jika terjadi hujan deras.
Lantaran itu, Forum Panglayungan Bersatu (ForPlay2) menggelar dengar pendapat yang dihadiri Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya H.Muslim S.Sos.,M.Si juga H.Andi Warsandi S.E dari fraksi Partai Gerindra, Drs. H.Ate dari fraksi Partai Golkar, Bagas dari Praksi Partai PAN, Lurah Panglayungan Wasliman Solihat.
Iwan Restiawan Ketua Yayasan Peradaban Demokrasi Indonesia (PADI) yang selama ini menyuarakan aspirasi masyarakat menanggapi dengar pendapat yang diinisiasi Porflay2.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihaknya merasa bersyukur bahwa sekarang elemen elemen masyarakat, tokoh masyarakat bahkan para legislatif Kota Tasikmalaya sudah respek.
“Alhamdulillah, gerakan kita sampai hari ini tidak sia sia. Sekarang bisa dilihat bagaimana para aktivis dan elemen lain termasuk para tokoh serta legislatif Kota Tasik dari berbagai partai sudah respek,” ungkap Iwan.
Menurutnya, mereka tidak lagi berbicara tentang kepartaian maupun Dapil, akan tetapi lebih ke pedulinya bahaya banjir di Simpang Lima antara sungai Cimulu Ciloseh dan Citanduy.
“Selain itu, mereka tidak hanya bicara wacana tapi sudah bicara dan langsung turun bersama sama dengan warga,” sebutnya.
Iwan menegaskan, disini kita tidak pedulikan lagi sosok Gubernur Jawa Barat,” toh sudah jadi rahasia umum dia tidak peka dan seolah membiarkan rakyat ditelan air kalau banjir,” sindirnya.
Namun, LSM Padi masih optimis punya harapan kepada Presiden juga Kementrian untuk sama sama mengurus kerusakan alam.
“Jadi ini harapan baru bagi warga korban banjir utk hidup lebih optimis sebab hari ini kita sepakat bergerak bersama sama,” lanjutnya.
Iwan menyebut, pihaknya juga sepakat tidak percaya lagi terhadap perangkat PSDA PROV dan BBWS, karena tidak punya sikap untuk mengambil keputusan, seolah warga ini ditiadakan atau ditelantarkan.
“Kami katakan jangan gampang dibodohi memilih pemimpin yang tidak pro rakyat seperti Gubernur Jawa Barat, baru kali ini dipimpin yang tidak peka sama sekali terhadap bencana alam dan kekhawatiran masyarakatnya,” pungkas Iwan. (Lex)
![]()









Tinggalkan Balasan