Setetes Bantuan, Sejuta Doa Musisi untuk Anak Yatim di Makodim Tasikmalaya 

Senin, 9 Maret 2026 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Suasana sore di halaman Kodim 0612/Tasikmalaya terasa berbeda pada Minggu, 8 Maret 2026.

Menjelang waktu berbuka puasa, ratusan orang berkumpul dalam satu semangat kebersamaan melalui kegiatan Ngabuburit Bareng Anak Yatim Vol. 9 dengan tema “Setetes Bantuan, Sejuta Doa untuk Tasikmalaya”.

Kegiatan yang berlangsung di Makodim 0612 Tasikmalaya, Jalan Otista, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya ini menghadirkan nuansa hangat penuh kepedulian.

Sekitar ratusan peserta hadir, terdiri dari anak-anak yatim, relawan, komunitas musisi, hingga masyarakat yang ikut merasakan kebersamaan dalam momen Ramadan tersebut.

Acara sosial ini digagas oleh komunitas Musisi Peduli Tasikmalaya bersama gerakan kemanusiaan Hilook Bergerak serta didukung penuh oleh prajurit Kodim 0612/Tasikmalaya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Kodim Letkol Czi M Imvan Ibrahim, Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Budi Ahdiat, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim, Kapolres Tasikmalaya Kota Andi Purwanto, serta Komandan Lanud Wiriadinata Al Izar Inosanto.

Hadir pula perwakilan Polres Tasikmalaya, unsur pemerintah daerah, jajaran Persit, komunitas musisi Tasikmalaya, serta para relawan kemanusiaan.

Ketua Musisi Peduli Tasikmalaya Raden Atik Suwardi dalam sambutannya menyampaikan pesan menyentuh tentang arti kehilangan bagi anak-anak yatim.

Ia mengungkapkan bahwa ditinggal orang tua merupakan luka yang sangat mendalam, bahkan ada anak-anak yang tumbuh tanpa pernah mengenal wajah ayah atau ibunya.

“Karena itu, melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan kebahagiaan dan perhatian bagi mereka,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Hilook Bergerak Hj Yenizen menegaskan bahwa gerakan yang mereka lakukan berangkat dari misi kemanusiaan.

Menurutnya, kegiatan seperti ini mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang, namun bagi anak-anak yatim kehadiran dan kepedulian masyarakat menjadi sesuatu yang sangat berarti.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur, relawan, serta jajaran Kodim yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Komandan Kodim Tasikmalaya Letkol Czi M Imvan Ibrahim dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk tidak menunda kebaikan.

“Jangan pernah menunda-nunda kebaikan. Hidup kita tidak selamanya. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi agar semakin banyak kegiatan sosial yang lahir untuk membantu sesama,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan berlangsung meriah sekaligus penuh makna. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pentas seni dan pertunjukan musik dari para musisi Tasikmalaya.

Penampilan atraksi dari anggota Kodim, BPBD, Damkar, komunitas pecinta alam, hingga pertunjukan seni lukis turut memeriahkan suasana ngabuburit.

Nuansa religius semakin terasa saat pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan tausiyah yang disampaikan oleh Ustad Amaswara.

Dalam ceramahnya ia berharap setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi amal yang diterima oleh Allah SWT.

Ia juga menegaskan bahwa doa anak yatim merupakan doa yang sangat mustajab.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada anak-anak yatim, pemberian cenderamata, doa bersama, hingga buka puasa bersama yang berlangsung penuh kehangatan.

Setelah berbuka, seluruh peserta melaksanakan salat Magrib berjamaah sebelum santunan dibagikan kepada para anak yatim.

Kegiatan Ngabuburit Bareng Anak Yatim Vol. 9 pun berakhir dalam suasana aman, tertib, dan penuh kebersamaan.

Lebih dari sekadar kegiatan menunggu waktu berbuka, acara ini menjadi pengingat bahwa kepedulian kecil dapat melahirkan harapan besar.

Setetes bantuan yang diberikan hari ini, menjadi sejuta doa yang mengalir untuk kebaikan Tasikmalaya.

Loading

Penulis : Momon

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

TPP ASN Dipangkas, Efisiensi atau Alarm Fiskal Pemkot Tasikmalaya?
Sulitnya Menjaga Warisan Leluhur, Nasib Perajin Payung Geulis Tasikmalaya Makin Terpinggirkan
Senyum Bahagia Warga Desa Karelayu, Terima Sertifikat PTSL dari Bupati Jeneponto 
Tanggapi Berita Paguyuban Online Bersatu, Maxim Indonesia Buka Suara Terkait Tarif dan Komisi
Kasus Curat Mobil Pantai Sanggar Beach: Buron 6 Bulan, BH Diciduk Kunci Duplikat Disita
Soal Rangkap Jabatan Dewan Pengawas RSUD dr. Soekardjo, Irfan: Jangan Sampai Pengawasan Kehilangan Independensi
Dugaan Penguasaan 171 SHM di Luar HGU Memanas, Potensi PAD Bartim Disorot
Peringati World Clean Up Day, SMAN 6 Tasikmalaya Gelar Aksi Bersih-Bersih Lingkungan Sekolah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:37 WIB

TPP ASN Dipangkas, Efisiensi atau Alarm Fiskal Pemkot Tasikmalaya?

Jumat, 18 September 2026 - 14:00 WIB

Sulitnya Menjaga Warisan Leluhur, Nasib Perajin Payung Geulis Tasikmalaya Makin Terpinggirkan

Jumat, 18 September 2026 - 11:25 WIB

Senyum Bahagia Warga Desa Karelayu, Terima Sertifikat PTSL dari Bupati Jeneponto 

Jumat, 18 September 2026 - 11:13 WIB

Tanggapi Berita Paguyuban Online Bersatu, Maxim Indonesia Buka Suara Terkait Tarif dan Komisi

Jumat, 18 September 2026 - 10:50 WIB

Kasus Curat Mobil Pantai Sanggar Beach: Buron 6 Bulan, BH Diciduk Kunci Duplikat Disita

Berita Terbaru

Berita terbaru

TPP ASN Dipangkas, Efisiensi atau Alarm Fiskal Pemkot Tasikmalaya?

Jumat, 18 Sep 2026 - 14:37 WIB