Sat Polairud Polres Garut Periksa Kapal Asing di Perairan Santolo 

Kamis, 29 Mei 2025 - 06:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, MNP – Sebuah kapal asing berbendera Malaysia bernama SEAPUP menjadi perhatian masyarakat dan nelayan di wilayah Perairan Santolo, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, setelah diketahui berlabuh tanpa pemberitahuan resmi, Rabu (28/05/2025).

Menanggapi laporan warga, jajaran Satpolairud Polres Garut segera melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap kapal tersebut.

Pemeriksaan dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polres Garut, IPTU Aep Saprudin, bersama tiga personel lainnya.

Tim patroli mendatangi kapal yang berlabuh sekitar satu mil dari bibir Pantai Santolo, dan langsung melakukan pemeriksaan dokumen serta identitas seluruh kru kapal.

Diketahui, kapal SEAPUP dinakhodai oleh Lister Paul Antony, pria berkewarganegaraan Australia kelahiran Brisbane, 7 November 1964.

Selain nakhoda, kapal tersebut juga membawa tiga anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan asing diantaranya Tomas Horacio (Italia), Samuel James Frank (Inggris), dan Melisa Florencia (Argentina).

Dari hasil pemeriksaan, kapal tersebut diketahui mengalami kerusakan pada mesin/pompa air serta berlabuh untuk berlindung dari cuaca ekstrem yang melanda perairan selatan Jawa.

Nakhoda menyebutkan bahwa kapal sedang dalam pelayaran dari Pelabuhan Kupang menuju Pelabuhan Banda Aceh dan memutuskan berlabuh darurat di Perairan Santolo.

Satpolairud Polres Garut memastikan bahwa seluruh dokumen dan perlengkapan keselamatan kapal dalam kondisi lengkap. Tidak ditemukan barang mencurigakan maupun indikasi tindak pidana seperti penyelundupan atau kejahatan lintas negara.

Seluruh kru kapal juga bersikap kooperatif serta menghormati hukum yang berlaku di wilayah perairan Indonesia.

Kasat Polairud IPTU Aep Saprudin menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memantau keberadaan kapal tersebut hingga kapal kembali bertolak setelah cuaca membaik dan perbaikan selesai dilakukan.

Kasat Polairud menyebut, dari hasil pemeriksaan, tidak menemukan indikasi pelanggaran hukum. Kapal berlabuh karena alasan darurat kerusakan mesin dan cuaca ekstrem di perairan selatan Jawa.

“Kami akan terus melakukan pemantauan selama kapal tersebut berada di wilayah Perairan Santolo. Ini adalah bagian dari bentuk penegakan hukum dan penjagaan kedaulatan perairan di wilayah hukum Polres Garut,” pungkas Kasat Polairud.

Loading

Penulis : Wawan Uje

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H
Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026
PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup
MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan
Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?
Desak Penegakan Hukum, Tokoh Pendiri Barito Timur Tuntut Investigasi Tuntas Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum
Arga Hot Spring Hadirkan Wahana Fantastis, Diburu Wisatawan Lokal dan Luar Daerah
Sikap Tertutup Camat Baru Ciampea Terhadap Kiprah Jurnalis, Picu Spekulasi Miring Insan Pers 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:09 WIB

Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:36 WIB

Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:34 WIB

PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:58 WIB

MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:45 WIB

Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?

Berita Terbaru

Sampai Kapan Rakyat Menjadi Kelinci Percobaan Kebijakan?

Berita terbaru

MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan

Jumat, 19 Jun 2026 - 15:58 WIB