ENREKANG, MNP – Kritik keras kembali menghantam Pemerintah Kabupaten Enrekang terkait penanganan sampah yang dinilai amburadul.
Kali ini kritik datang dari Mantan Ketua DPRD Kabupaten Enrekang, Andi Nasir, yang dikenal memiliki pengalaman panjang baik di eksekutif maupun legislatif.
Melalui grup WhatsApp “Kabar Massenrenpulu” pada Selasa 4 Agustus 2026, Andi Nasir meluapkan kekecewaannya terhadap kinerja Pemda dalam mengelola persoalan sampah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Andi Nasir menyebut pola penanganan sampah di Enrekang selama ini tidak pernah tuntas karena hanya bersifat tambal sulam.
“Sulit menangani Sampah Jika Bupati hanya merespon Klau ada yg Viral ditangani hanya secara Parsial,” tulisnya.
Menurutnya, cara kerja seperti itu menunjukkan tidak adanya perencanaan jangka panjang dan hanya reaktif terhadap sorotan publik, bukan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.
Andi Nasir menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan dengan cara setengah-setengah. Ia mendesak agar Pemda segera mengambil langkah komprehensif atau menyeluruh dari hulu ke hilir.
“Padahal Sampah itu sdh harus ditangani Secara komperehensip/ Menyeluruh dr Hulu ke Hilirnya,” tegasnya.
Ia menilai jika hanya fokus di pembuangan akhir tanpa menyentuh pengurangan, pemilahan, dan kesadaran masyarakat, maka masalah akan terus berulang.
Mantan politisi senior itu juga menyoroti lemahnya komitmen Pemda. Ia menyebut penanganan sampah selama ini dilakukan dengan “Separuh Hati” sehingga hasilnya amburadul.
“Penganan Sampah Selama ini dilakukan dgn Separuh Hati Amburadul Sehingga tdk akan Menyelesaikan Masalah,” ujarnya.
Bagi Andi Nasir, setengah hati dalam bekerja hanya akan menghabiskan anggaran tanpa menghasilkan dampak nyata bagi kebersihan kota.
Andi Nasir memperingatkan bahwa jika tidak ada perubahan, maka persoalan sampah justru akan menjadi bom waktu.
“Justru menambah Masalah dr Waktu ke Waktu Tanpa ada Solusi Yang Nyata dan KONKRIT,” katanya.
Ia melihat tumpukan sampah yang terus muncul di berbagai titik kota adalah bukti nyata bahwa sistem yang berjalan saat ini telah gagal dan perlu dievaluasi total.
Sebagai orang yang lama berkecimpung di pemerintahan, Andi Nasir tentu memahami bahwa menyelesaikan sampah butuh 3 hal: regulasi, anggaran, dan political will dari pimpinan daerah.
Kritiknya ini menjadi pengingat bahwa Enrekang tidak bisa terus menunda. Tanpa ada masterplan dan keberanian mengeksekusi, maka Enrekang akan terus tertinggal dalam hal kebersihan dan lingkungan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemkab Enrekang terkait kritik tersebut.
Warga berharap, suara dari tokoh senior seperti Andi Nasir ini bisa menjadi cambuk agar Pemda segera duduk bersama, menyusun strategi, dan bekerja nyata.
Karena kebersihan kota bukan hanya soal estetika, tapi juga menyangkut kesehatan dan martabat masyarakat Enrekang.
![]()
Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan