Proyek ‘Siluman’ SLBN di Merlung Tanjabbar jadi Sorotan Publik

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjabbar, MNP – Proyek sekolah SLBN yang beralamat di kelurahan/kecamatan Merlung kabupaten Tanjab Barat Provinsi Jambi jadi sorotan masyarakat.

Pasalnya, proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu, dikerjakan tanpa ada papan informasi, sehingga disebut proyek siluman lantaran publik sulit memonitoring pelaksanaan pembangunan.

“Apakah sifatnya Swakelola, atau ditenderkan oleh pihak ketiga oleh kontraktor atau rekanan atau seperti apa,” ucap simebr dari warga setempat inisial M,  Selasa lalu (19/10/2022).

Sumber mengatakan, pihak pelaksana tekhnis, atau Dikbud Provinsi Jambi harusnya lebih transparan dan terbuka terhadap publik atau masyarakat agar jelas.

“Makanya regulasi atau aturan pada pelaksanaan barang dan jasa pemerintah dan Perpres 54 tahun 2010  sudah sangat jelas,” ucap M.

Pemasangan papan informasi proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat bisa ikut serta dalam proses pengawasan sesuai amanah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) No 14 tahun 2008, Perpres No 54 tahun 2010 dan No 70 tahun 2012 l.

“Aturan itu menyatakan setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai oleh negara wajib memasang papan nama proyek, nomor kontrak,  jenis kegiatan, lokasi proyek, nilai kontrak, dan jangka waktu atau pekerja tahun dikerjakan asal jadi,” tegas M.

Selaku masyarakat di Kecamatan Merlung, dirinya meminta dan berharap kepada Pemda Provinsi, pihak Dinas terkait, PPK dan PPTK, dari program proyek pekerjaan sekolah SLBN ini di berikan sanksi atau peringatan dan teguran kepada pelaksana atau pihak rekanan.

“Agar memperhatikan papan informasi yang merupakan bagian penting dari sebuah program kegiatan,” pinta M.

Tidak hanya itu, saat awak media mendatangi untuk mengecek pekerjaan proyek SLBN kelurahan Merlung, diduga banyak yang tidak sesuai dengan spek teknis, seperti besi 12 untuk tulangnya diganti besi 8, sedangkan besi untuk cicinnya besi 10 diganti besi 6.

Untuk baja ringannya juga, tidak memakai Standar Nasional Indonesia (SNI) yang disinyalir kuat produk abal abal.

Namun, ketika awak media mendatangi lokasi pekerjaan untuk berkonfirmasi pihak rekanan atau pemborong, yang bersangkutan tidak ada di tempat. Bahkan, ketika dihubungi melalui via WhatsApp dan telepon tidak dibalas. (Hendri)

Loading

Berita Terkait

Ketua IWO Inhu Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Dugaan Penganiayaan Warga di Lahan Eks PT SAL
Tekan Angka Stunting, Puskesmas Bungursari Gelar Pembekalan PMT Berbahan Pangan Lokal
Turun ke Sawah dan Tinjau Jalan Desa, Bupati Inhu Perkuat Swasembada Pangan dari Kuala Cenaku
Perkuat Zero HALINAR, Lapas Cipinang Hadirkan SILA sebagai Solusi Komunikasi Resmi Warga Binaan
Kenali dan Gauli Alam Kita, Ketahui Manfaat Tanaman Herbal di Sekeliling Rumah
Puluhan Wartawan Datangi SMPN 1 Petarukan, Ini Penjelasannya
Pria Asal Cigantang Tasikmalaya Ditemukan Tak Bernyawa, Polisi Dalami Motif Korban
Pesona SPBU Bentar Pemalang: Mengantre BBM Sambil Cuci Mata View Gunung 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:55 WIB

Ketua IWO Inhu Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Dugaan Penganiayaan Warga di Lahan Eks PT SAL

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:34 WIB

Tekan Angka Stunting, Puskesmas Bungursari Gelar Pembekalan PMT Berbahan Pangan Lokal

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:01 WIB

Turun ke Sawah dan Tinjau Jalan Desa, Bupati Inhu Perkuat Swasembada Pangan dari Kuala Cenaku

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:48 WIB

Perkuat Zero HALINAR, Lapas Cipinang Hadirkan SILA sebagai Solusi Komunikasi Resmi Warga Binaan

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:29 WIB

Kenali dan Gauli Alam Kita, Ketahui Manfaat Tanaman Herbal di Sekeliling Rumah

Berita Terbaru