Program Ketahanan Pangan Desa Rajamandala, Budidaya Bebek Pedaging di Kp Karangiyuh

Sabtu, 2 Juli 2022 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Tasikmalaya – Warga Kampung Karangiyuh Desa Rajamandala Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya giat dalam budidaya bebek pedaging jenis lokal dengan ukuran kandang 25 × 5 meter.

Lokus budidaya bebek pedaging tersebut disatu titik, yang dikelola oleh 10 orang warga Karangiyuh. Budidaya ini didanai oleh Dana Desa (DD) dalam program ketahanan pangan Tahun 2022.

Japar Ketua kelompok bebek pedaging Tani Mukti menjelaskan, perjalanan budidaya bebek baru berjalan 2 bulan.  Untuk proses pembentukan setelah itu berjalan satu bulan untuk pembesaran.

“Alhamdullilah dalam satu bulan ini sudah satu kali pengangkatan atau panen,” ucapnya Sabtu (2-7-2022).

Lanjut Japar, untuk proses budidaya bebek Pedaging tersebut, dimulai dari umur bebek satu hari sampai 40 hari, baru bisa diangkat.

“Untuk pengelolaan bebek sebanyak 1000 ekor yang pertama dan setelah 20 hari ditambah 1000 lagi, jadi keseluruhan 2000 ekor didua tahapkan yang dikelola oleh 10 orang,” jelasnya.

Japar mengaku, untuk perawatan umur bebek satu hari sampai 2 minggu, pihaknya memberikan full pakan layer bebek pedaging dan setelah 2 minggu sampai panen dikasih pakan alternatif campuran.

“Untuk perkembangan bebek dari satu hari sampai diangkat mencapai satu bebek berbobot 8 ons sampai satu kilo,” terangnya.

Di tempat sama Enjang Jalaludin sebagai Kepala Desa Rajamandala menegaskan, dengan adanya program ketahanan pangan ini semoga dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh kelompok ternak bebek pedaging.

“Terutama dalam pemeliharaan, pembuatan pakan dan pemasaran, mereka bisa lebih meningkatkan hasilnya,” pinta Enjang.

Walaupun diakuinya, masih dalam proses uji coba karena ini merupakan budidaya bebek pedaging pertama di wilayah Desa Rajamandala.

“Jadi, meskipun saat ini belum mengarah ke peningkatan PADes, tapi setidaknya bisa memberdayakan masyarakat terutama di bidang peternakan,” pungkasnya. (Lex)

Loading

Berita Terkait

Ketum DPP AKPERSI Desak Polres Bogor Tuntaskan Laporan, Siap Mengadu ke Mabes Polri
Polemik Lahan PT SBL Memanas, CV Java Victory Disebut Akui Keliru Masuk Areal Perkebunan
Dede S.IP Apresiasi Seminar Merajut Nusantara, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi
Selamatkan Petani dari Ancaman El Nino, Pemkab Enrekang Gandeng Jasindo, 1.590 Ha Padi-Jagung Dijamin Anti Gagal
Sohibul Iman Soroti Ancaman Konten Instan di Era Digital: Medsos Harus Mencerdaskan, Bukan Melumpuhkan Daya Kritis
Lumiland Dadaha, Suguhkan 5 Juta Lampu, Potensi Jadi PAD Kota Tasikmalaya
Daya Tarik Festival Lumiland Dadaha Potensi Penyumbang PAD Kota Tasikmalaya
Kepala SMPN 1 Petarukan: Pramuka Bukan Sekadar Ekskul, Tapi Pembentuk Karakter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Ketum DPP AKPERSI Desak Polres Bogor Tuntaskan Laporan, Siap Mengadu ke Mabes Polri

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Polemik Lahan PT SBL Memanas, CV Java Victory Disebut Akui Keliru Masuk Areal Perkebunan

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Dede S.IP Apresiasi Seminar Merajut Nusantara, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Selamatkan Petani dari Ancaman El Nino, Pemkab Enrekang Gandeng Jasindo, 1.590 Ha Padi-Jagung Dijamin Anti Gagal

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Sohibul Iman Soroti Ancaman Konten Instan di Era Digital: Medsos Harus Mencerdaskan, Bukan Melumpuhkan Daya Kritis

Berita Terbaru