Polemik Sumur Bor, Warga bersama HIPSI dan Dewan Sidak Lottemart

Selasa, 7 November 2023 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Salah satu Toko Grosir Terbesar Lottemart yang berada di Jl. Letjen Mashudi, RT. 01/13, Karsamenak Kec Kawalu Kota Tasikmalaya didatangi perwakilan warga sekitar.

Usus punya usut, persoalannya lantaran terkait sumur bor yang dilakukan manajemen Lottemart sehingga diduga menyebabkan sumber air warga menipis.

Warga terlihat didampingi Himpunan Insan Pers Seluruh Indonesia (HIPSI), pihak kepolisian beserta anggota DPRD Komisi 1 Drs. H. Ate Tachjan.

Ade Irawan Ketua HIPSI Priangan Timur mengatakan, adanya sumur bor yang berada di dalam kawasan Lottemart warga merasa kesulitan dengan air saat kemarau.

Tidak hanya itu, Ade menyebut terkait dengan perijinan sumur bor yang berada di dalam kawasan Lottemart itu diduga masih abu abu.

“Adapun, dampak dari sumur bor (Pantek) sendiri sekarang warga yang ada di lingkungan Lottemart sangat susah dengan air,” ucapnya, Selasa (07/110/2023).

Pantauan wartawan di lapangan terdapat dua tangki air dengan kapasitas kurang lebih 7000 liter dan 15000 liter air yang di gunakan oleh pihak Lottemart.

Menanggapi itu, Sendi pihak personalia Lottemart mengatakan, bahwa terdapat 3 titik Sumur bor (Pantek) dan satu sumur gali yang memang sudah ada sebelumnya.

“Untuk kedalaman sumur pantek itu kira kira masih di bawah 20 meter, sementara kubikasi air yang dihasilkan saya harus melihat dulu datanya,” sebut Sendi.

Terpisah, Ketua Komisi 1 DPRD Kota Tasikmalaya Drs. H. Ate Tachjan menanggapi serius hasil inspeksi mendadak (Sidak) ke lapangan.

“DPRD ingin tahu keberadaan sumur bor yang dilaporkan oleh pihak warga dan HIPSI dan bagaimana pengakuan pihak Lottemart, sumur itu yang mana saja dan dibelakang juga ada tangki yang cukup besar,” terang dia.

Bahkan lanjut Ate, ada area yang dikunci dan dilarang semua bisa masuk, tapi  menurutnya itu salah karena jaman sekarang itu era keterbukaan. Harus diketahui, Dewan hanya mengawasi bukan eksekutor.

Ate berencana akan mengumpulkan tiap OPD terkait, salah satunya pihak Sumber Daya Air Mineral dan lainnya, karena mereka yang bisa menjawab.

“Termasuk kedalaman sumur dan sebagainya, adapun waktunya akan secepatnya dilaksanakan pertemuan lagi,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Evakuasi Beres 30 Menit! Pohon Tumbang Tutup Jalur Nasional Bandung–Garut
Garut Utara Harga Mati! Perjuangan Nyata Kunci Lahirnya Daerah Otonomi Baru
Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Hektar Lahan Kering di Pemalang Terbakar
Kanwil Ditjenpas DK Jakarta Perkuat Manajemen Komunikasi Krisis Pemasyarakatan Terintegrasi
Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah
Marak Pengamen dan Pengemis, Satpol PP Pemalang Turun Tangan Beri Pengarahan
Tangkap Pembobol Rumah di Kalianda, Polisi Ungkap Dua Kasus Curanmor Sekaligus
Wujud Sedekah Jariyah, Keluarga Almarhum Azis Riyono Wakafkan Al-Qur’an di Tiga Masjid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:02 WIB

Evakuasi Beres 30 Menit! Pohon Tumbang Tutup Jalur Nasional Bandung–Garut

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:10 WIB

Garut Utara Harga Mati! Perjuangan Nyata Kunci Lahirnya Daerah Otonomi Baru

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:00 WIB

Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Hektar Lahan Kering di Pemalang Terbakar

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:48 WIB

Kanwil Ditjenpas DK Jakarta Perkuat Manajemen Komunikasi Krisis Pemasyarakatan Terintegrasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:28 WIB

Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah

Berita Terbaru

Berita terbaru

Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah

Kamis, 16 Jul 2026 - 13:28 WIB