Tasikmalaya, MNP – PJ Walikota Tasikmalaya Asep Sukmana menghadiri langsung penen raya Demplot Cabai Tanjung Klaster Bungursari Kota Tasikmalaya, Kamis (09/01/2025).
Kegiatan dalam rangka Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan tersebut berlokasi di Kp Depok Kelurahan Sukajaya Kecamatan Bungursari.
Dalam sambutannya, Asep Sukmana mengatakan, panen cabai ini upaya ikhtiar Pemkot Tasikmalaya, terutama atas dukungan dari Bank Indonesia, Unsil, Gapoktan, Camat yang semua kolaborasi untuk menjaga stabilitas harga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mudah mudahan dengan banyak program seperti ini, bisa menekan inflasi. Semoga harga cabai lambat laun akan menurun,” harap Asep Sukmana.
Diketahui, harga cabai salah satu penyumbang inflasi, makanya Pemkot Tasikmalaya termasuk BI berupaya agar inflasi terjaga.
“Program ini bukan hanya di Bungursari, nanti bisa diimplementasikan di tempat lain, termasuk juga masyarakat, karena contohnya sudah ada di sini, apalagi tenaga ahlinya dari Unsil yang sanga luar biasa,” ucap Asep Sukmana.
Laura Rulida Eka Sari Putri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya menjelaskan, kondisi inflasi masinh terkendali dalam rentang sasaran terakhir di Desember kemarin masih bagus di angka 1,94 persen dari target sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen.
“Tapi walaupun terkendali kita tentunya tetap harus berusaha untuk terus menjaga inflasi ini, karena dengan strategi 4 K tadi yaitu Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi dan Komunikasi efektif,” papar Laura.
Progam ini akan terus berlanjut karena Bank Indonesia punya mandat terkait stabilitas harga, dengan sinergitas bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan dalam kerangka Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
“Kami terus berupaya melakukan upaya dalam rangka mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas harga, mendorong ketahanan pangan,” terang Laura.
Dirinya mengakui, cabai memang sudah menjadi kebutuhan masyarakat, sehingga dari sisi pola panen musim itu juga akan berpengaruh terhadap produktivitas dan juga ketersediaan produksi.
“Alhamdulillah di kondisi yang lagi cuacanya tidak menentu panennya tetap bagus, nah ini yang kita coba nanti kalau di replikasi sama yang lain ini dengan harapan kedepannya lebih stabil lagi,” ujarnya.
Peran Bank Indonesia dalam demplot cabai ini melakukan pendampingan kerjasama dengan Unsil, juga didukung termasuk ada bantuan alat pertanian dan tentunya tetap ada peran kelompok pertanian.
“Seperti biasa di TPID, kami nanti pasti akan ada upaya seperti operasi pasar murah (OPM) dengan gerakan pangan murah, apalagi menjelang Ramadhan seperti biasa biasanya nanti kami akan koordinasi dengan pemerintah daerah,” tutup Laura.
Aan Rukiman Ketua Gapoktan Bungursari mengucapkan syukur lantaran panen perdana bisa bagus, pasalnya saat tanaman cabai berbuah kendalanya hujan sehingga ada pembusukan, sedangkan jangka waktu ke panen kurang lebih 3 bulan.
“Target market kami harus menutupi 3 pasar yaitu Cikurubuk, Pancasila dan Indihiang. Kedepannya alhamdulillah adanya program dari BI untuk klaster cabai tanjung lokal ada kesinambungan buat kami,” tandas Aan Rukiman.
Nampak hadir Dandim 0612, Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian, perwakilan Polres Tasikmalaya Kota, Camat Bungursari, Lurah Sukajaya, Himpunan Pedagang Pasar Cikurubuk, Ketua Gapoktan dan KWT, Tenaga Ahli Budidaya Cabai Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi dan tokoh masyarakat.
![]()
Penulis : Hendrik
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan