Penerima Becak Listrik Tasikmalaya Ikut Pembekalan di Brigif

Senin, 7 September 2026 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP — Sebanyak 220 penerima manfaat program becak listrik di Kota Tasikmalaya mengikuti pelatihan dan pembekalan di Gedung Galuh Brigif, Kota Tasikmalaya, Senin (7/9/2026).

Pembekalan ini menjadi tahapan penting untuk memastikan bantuan yang diberikan tidak berhenti pada seremoni penyerahan.

Para penerima manfaat dibekali pengetahuan mengenai pengoperasian, keselamatan berkendara, hingga pemeliharaan becak listrik agar kendaraan tersebut dapat digunakan secara aman dan produktif.

Materi pelatihan menjadi penting karena becak listrik memiliki sistem pengoperasian dan perawatan yang berbeda dengan kendaraan konvensional.

Pemahaman penerima manfaat menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah bantuan tersebut benar-benar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Namun, tantangan program kini bergeser. Persoalannya bukan lagi hanya berapa banyak becak listrik yang disalurkan, melainkan seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan oleh penerimanya.

Sebanyak 220 penerima manfaat diharapkan tidak sekadar menjadi penerima bantuan, tetapi mampu memanfaatkan becak listrik sebagai sarana untuk meningkatkan produktivitas dan menopang perekonomian keluarga.

Karena itu, pendampingan setelah pelatihan menjadi bagian yang tak kalah penting. Pemeliharaan kendaraan, ketersediaan layanan perbaikan, serta keberlanjutan pemanfaatan perlu mendapat perhatian agar becak listrik tidak berhenti beroperasi karena persoalan teknis maupun keterbatasan pengetahuan.

Antusiasme terlihat dari para peserta yang mengikuti materi pelatihan. Mereka mendapatkan arahan mengenai penggunaan kendaraan secara tepat sekaligus pentingnya menjaga kondisi becak agar tetap aman dan berfungsi optimal.

Salah seorang penerima manfaat, Jojo (58), warga Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, menyebut bantuan tersebut bukan sekadar kendaraan, tetapi menjadi harapan bagi dirinya untuk tetap produktif dan membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

“Buat orang lain mungkin becak listrik ini hanya sebuah kendaraan. Tapi bagi saya, ini adalah harapan. Di usia saya yang sudah 58 tahun, saya masih ingin bekerja dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bantuan ini memberi saya kesempatan untuk tetap produktif dan tidak hanya bergantung kepada orang lain,” ujar Jojo.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan pihak-pihak yang terlibat dalam program tersebut. Namun, Jojo berharap perhatian terhadap penerima manfaat tidak berhenti setelah becak listrik diserahkan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan ini. Tapi harapan kami jangan hanya sampai diberikan lalu selesai. Kalau bisa ada pendampingan, terutama soal perawatan dan perbaikan. Kami ingin kendaraan ini benar-benar bisa digunakan untuk bekerja dan menghasilkan,” katanya.

Menurut Jojo, bantuan tersebut akan jauh lebih berarti apabila dibarengi dengan perhatian dan pendampingan secara berkelanjutan.

“Kami tidak meminta diberi terus-menerus. Kami hanya ingin diberi kesempatan untuk bekerja dan berdiri di atas kaki sendiri. Semoga becak listrik ini menjadi awal kehidupan yang lebih baik dan manfaatnya bisa dirasakan bukan hanya hari ini, tetapi sampai bertahun-tahun ke depan,” tutur Jojo.

Program becak listrik tersebut pada akhirnya akan diuji oleh waktu. Keberhasilannya bukan hanya diukur dari jumlah kendaraan yang tersalurkan, tetapi dari sejauh mana kendaraan itu mampu menggerakkan produktivitas, membuka peluang penghasilan, dan meningkatkan kemandirian ekonomi 220 penerima manfaat.

 

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Beda Keterangan dan Data ‘Sentuh Tanahku’, Karang Taruna Pertanyakan Aset Desa Mekarwangi
Kolaborasi ORADO Gunungsitoli dan Kodim 0213/Nias, Siap Gelar Turnamen Domino Piala Panglima TNI
Penelusuran Proyek APBN Rp24 M Way Katibung: Pelanggaran Bisa Berujung Pidana
Jaga Kesehatan Pendamping Pasien, Primaya Hospital Bagikan 2.000 Paket Mini MCU di Hari Pelanggan Nasional
Edukasi Wartawan, SWI Depok Bedah Risiko Pidana Pajak dalam RUU Perampasan Aset
Purna Tugas, Keteladanan 3 Guru Senior SMPN 1 Petarukan Tetap Dikenang
Ancam Lapor Polisi, Pembeli Desak Fellena Selesaikan Sengketa Jual Beli Tanah di Gunung Cihcir
Mengungkap Dugaan Praktik Culas di SPBU 34-16805 Cileungsi, Tabrak Aturan Demi Keuntungan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:25 WIB

Penerima Becak Listrik Tasikmalaya Ikut Pembekalan di Brigif

Senin, 7 September 2026 - 10:04 WIB

Beda Keterangan dan Data ‘Sentuh Tanahku’, Karang Taruna Pertanyakan Aset Desa Mekarwangi

Senin, 7 September 2026 - 09:41 WIB

Kolaborasi ORADO Gunungsitoli dan Kodim 0213/Nias, Siap Gelar Turnamen Domino Piala Panglima TNI

Minggu, 6 September 2026 - 17:47 WIB

Penelusuran Proyek APBN Rp24 M Way Katibung: Pelanggaran Bisa Berujung Pidana

Minggu, 6 September 2026 - 17:28 WIB

Jaga Kesehatan Pendamping Pasien, Primaya Hospital Bagikan 2.000 Paket Mini MCU di Hari Pelanggan Nasional

Berita Terbaru

Berita terbaru

Penerima Becak Listrik Tasikmalaya Ikut Pembekalan di Brigif

Senin, 7 Sep 2026 - 15:25 WIB