Tasikmalaya, MNP – Tanah Longsor yang terjadi di lingkungan wisata Situ Gede tepatnya di RT 04 RW 05 Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya diduga ada pembiaran oleh pihak terkait.
Padahal pihak BPBD kota Tasikmalaya sudah memberikan warning berupa Bronjong dan satu lembar terpal untuk menutupi longsoran, agar tidak tergerus air hujan.
Sebab, kalau tidak cepat ditangani dinding belakang rumah warga lambat laun akan terkikis akibat pergerakan tanah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi yang dihimpun dilokasi, menurut ketua RT 04 /05 kelurahan Linggajaya Asep Janglar menyebutkan, kejadian longsor ini sudah sebulan yang lalu.
“Cuma pihak BPBD yang memberikan bantuan berupa Terpal dan Bronjong,” ungkapnya kepada MNP, Minggu (04/06/2023).
Adapun lanjut Asep, untuk pemasangan bronjong tersebut, menurut BPBD, itu dikembalikan kepada dinas teknis terkait yaitu PUTR Kota Tasikmalaya.
Menurutnya, bencana longsor ini sudah diajukan ke pihak PUTR kota Tasikmalaya, tapi sampai saat ini belum ada tanggapan serius dari pihak terkait.
“Kami takut ada longsor susulan dan akan mengakibatkan rumah warga yang akan menjadi korban, dengan ini kami meminta segera ditangani,” pinta Asep.
Menanggapi kejadian longsor ini, Ketua Umum Garuda Pusaka Nusantara (Gapura) Tatang Sutarman angkat bicara. Dia menyebut, dengan terjadinya longsor tersebut diharapkan masyarakat sekitar bisa meningkatkan kewaspadaan dan kehati hatian.
“Jangan sampai bencana susulan datang tiba tiba dan tak terduga,” sebut Tatang mengingatkan warga setempat.
Pria yang akrab dipanggil Tatang Toke ini mengatakan, yang lebih penting kepada Pemkot Tasikmalaya dalam hal ini (PUPR), kelurahan dan kecamatan Mangkubumi di harapkan jangan lamban dan abai pada persoalan tersebut.
“Karena bencana ini terjadi sudah cukup lama akan tetapi sampai saat tidak ada penanganan sama sekali yang akhirnya membuat resah masyarakat setempat,” ungkap Tatang Toke.
Dia pun mempertanyakan, kemana saja pemerintahan kota ini? Padahal kalau kita lihat antara lokasi kejadian dengan pondasi rumah tidak kurang dari 50cm saja, sehingga hal ini sangat membahayakan terhadap keselamatan jiwa.
“Saya apresiasi dan terimakasih banyak pada pihak BPBD yang telah sigap dan telah memberikan bantuan berupa Bronjong dan terpalnya walaupun sampai saat ini belum dimanfaatkan,” tandas Tatang Toke. (SN)
![]()









Tinggalkan Balasan