BOGOR, MNP – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Wasto Sumarno, S. Hut., bersama Dirut PDAM Tirta Kahuripan Kab Bogor, Tedi Kurniawan, S.T., dan unsur Forkopimcam di Dramaga (Camat, Kapolsek bersama Danramil serta jajarannya), Kades Neglasari dan unsur IPSM Desa, kompak turun kebun untuk realisasikan program Satu Hektar Taman Kota. Kali ini di wilayah Kp Baru RT/RW : 004/006, Desa Neglasari, Kec Dramaga, pada Kamis (5/2/2026).
Nampak hadir juga unsur Kwaran Pramuka se-Kec. Dramaga, perwakilan UPT-PS IV DLH Kab Bogor, serta beberapa perwakilan unsur lembaga kemasyarakatan dari Desa Neglasari, dipimpin Kades dan Ketua TP-PKK, beserta Komunitas Giwangkara di Desa Neglasari.
Kegiatan mereka tersebut berdasarkan gagasan dan program dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang telah mencanangkan program 1 Hektare Hutan Kota, setiap kecamatan se-Kabupaten Bogor. Melalu Instruksinya, yang bernomor 100.4.4.2/910-DLH, yang mulai dilaksanakan sejak awal tahun 2026 ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yang dari programnya tersebut, Bupati Bogor menargetkan minimal “1 Kecamatan ada 1 Hektare” Hutan Kota, atau totalnya sekitar 40 Hektare lebih Hutan Kota, di seluruh wilayah Kabupaten Bogor, guna meningkatkan ruang terbuka hijau di Kabupaten Bogor kedepan.
Adapun rincian canangan program tersebut antara lain, sebagai Inisiatornya Bupati Bogor sendiri, yakni Rudy Susmanto bertujuan menjaga lingkungan tetap asri dan mampu menyerap karbon liar, juga mencegah terjadinya bencana erosi di sekitar lokasi penanaman serta tujuan lainnya, salah satunya tujuan stabilisasi perekonomian masyarakat sekitar lokasi Hutan Kota.
Dengan menjalankan cipta 1 Kecamatan 1 Hektare itu, 40 Hektare total di awalnya dan 220 hektare di seluruh wilayah, yang secara lebih khusus difokuskan di Hulu Sungai Ciliwung. Dan pada pelaksanaan programnya, itu dilaksanakan serentak di 40 kecamatan, dengan Pilot Project di kecamatan Kemang (di Desa Bojong) dan kecamatan Nanggung.
Sedangkan dimulainya, itu resmi digulirkan dari awal Januari 2026 ini. Prioritas komoditas tanaman untuk mendukung programnya itu dengan Tunas tanaman pohon keras seperti Jabon, Balsa, Albasia serta pohon produktif (pohon penghasil buah-buahan).
Program itu dilaksanakan kolaboratif, antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Sekda Kabupaten Bogor sebagai Koordinatornya, dan pihak Swasta melalui CSR-nya. Dengan satu tujuan jangka panjang, untuk menjadikan wilayah Kabupaten Bogor ke depan itu jauh lebih asri, dan jauh lebih hijau secara berkelanjutan.
![]()
Penulis : Asep Didi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan