BOGOR, MNP – Forkopimcam Dramaga bersama elemen perwakilan masyarakat se- kecamatan Dramaga gelar acara halal bihalal lebaran 1447 H, di Aula Kecamatan Dramaga, pada Rabu (1/4/2026).
Acara berlangsung khidmat dan kondusif, juga penuh kehangatan dan kekeluargaan. Dihadiri oleh unsur Forkopimcam serta jajarannya. Ada Camat Dramaga, Atep S Sumaryo, beserta jajaran, Danramil beserta anggota, Kapolsek diwakilkan Kanit Reskrim, Ketua MUI Kecamatan, KH. Endang Muchtadien, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, H. Wasto, S.Hut, dan Kepala UPT beberapa Kedinasan, yang bertugas atau berkantor di wilayah Kecamatan Dramaga.
Selain itu, turut hadir pula para Ketua dan Pengurus serta anggota, perwakilan Aliansi OKP-Ormas se-Kec. Dramaga (PAC Pemuda Pancasila, Karang Taruna dan KNPI), para Kades dan Isteri serta perangkatnya, para Kader TP-PKK hingga berbagai Tokoh Pemuda dan Masyarakat lainnya, berbaur dalam kehangatan dan keakraban nuansa Idul Fitri, Rabu (1/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sessi sambutannya, Camat Dramaga, Atep Soleh Sumaryo, SH. MM., menyampaikan pesannya yakni, tentang pentingnya kepedulian segenap unsur warga masyarakat kepada segala bentuk dinamika di lingkungannya, khususnya terhadap beragam akibat/dampak berkaitan dengan Geo Politik Global saat ini. Termasuk implementasi kebijakan dari pemerintah, seperti terkandung dalam Surat Edaran Bupati Bogor.
Yang substansinya terkait soliditas dukungan warga masyarakat di Kabupaten Bogor, melakukan efisiensi anggaran dan BBM secara bijak, dalam menggunakan Kendaraan Dinas maupun pribadinya, dalam jalankan kinerja hariannya, tentang pemberlakuan aturan WFH WFA atau WFO untuk para ASN, itu sebagai antisipasi preventif terhadap dampak negatif kecamuk perang di Timur Tengah belakangan ini.
Berbeda, Ketua Komisi IV DPRD Kab. Bogor, Wasto, S.Hut, menekankan bahwa momentum halal bihalal di Idul Fitri tahun ini, dijadikan sebagai penyetaraan antar sesama Manusia di dunia.
Ibarat peribahasa Leluhur Bangsa Kita “berdiri sama tinggi duduk sama rendah” pada masa lalu. Menurut Wasto, harus bisa kembali dipraktekkan setiap warga Negara, khususnya warga masyarakat dalam wilayah Kecamatan Dramaga, kini. Tanpa melihat status serta profesi, maupun predikat pada kehidupan sosialnya.
Sedangkan Ketua MUI Kec. Dramaga, KH. Endang Muchtadien, memaparkan bahwa. Ada keistimewaan dalam prosesi tradisi maaf memaafkan antar sesama Manusia, khususnya umat Islam dalam Idul Fitri pada bulan Syawal ini, istimewanya itu adalah, merupakan momentum penting umat.
Hal itu guna saling membebaskan segala hal negatif, dari tiap individu bersama individu yang lainnya. Sebagai ciri berhasilnya gemblengan di bulan Ramadhan, sebelum datangnya kemenangan di awal bulan Syawal, yakni di hari raya Idul Fitri 1 Syawal yang baru berlalu.
Rangkaian acara tersebut dipungkas dengan berdo’a bersama, yang dilanjutkan makan Ketupat-Opor Ayam bersama, sebagai penutup jalannya rangkaian acara.
![]()
Penulis : Asep Didi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan