Pakpak Bharat, MNP – Mewakili PJs Bupati Pakpak Bharat Manihar Tumangger didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Maranatha Padang membuka resmi pelatihan pengelolaan Desa Wisata.
Pesertanya 40 orang para palaku usaha dan pegiat wisata desa se-kabupaten Pakpak Bharat yang dilaksanakan di balai Diklat Cikaok, Senin (18/11/2025).
Dalam sambutannya Manihar Tumangger mengatakan, melalui kegiatan pelatihan wisata outbound ini menyatakan di tahun 2024, sektor pariwisata Indonesia menorehkan kembali prestasi yang membanggakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bisnis Kepariwisataan Diharapkan Berdampak Positif bagi perkembangan dan kemajuan masyarakat Desa pada kegiatan. Kepariwisataan yang ada di setiap desa masing masing,” harap Staf Ahli ini.
Lebih lanjut Manihar menjelaskan dalam pidato PJs Bupati Naslindo yang dibacanya mengatakan, Travel and Tourism Development Index (TTDI) yang dirilis resmi oleh World Economic Forum (WEF)pada Mei 2024 kemarin menunjukkan posisi Indonesia kembali melesat naik ke peringkat 10 dari sebelumnya di posisi 32 menjadi peringkat posisi 22 Dunia.
“Seiring prestasi tersebut Pemkab Pakpak Bharat optimis pengembangan kepariwisataan dengan tata kelola yang baik nantinya akan menjadi salah satu pilar utama mendorong peningkatan perekonomian di kabupaten Pakpak Bharat,” ujarnya.
Manihar Tumangger juga menjelaskan, paradigma pariwisata sekarang telah berubah dari sekedar objek rekreasi dan hiburan juga menjadi sebuah industri jasa yang prospektif dan multi player Efek ,secara integritas dan bersinergi dengan sektor lainnya.
Manihar Tumangger memaparkan dimana kabupaten Pakpak Bharat merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang sudah terkenal akan objek wisata alamnya.
“Dengan besarnya potensi yang ada maka perlu keseriusan kita dalam hal pengembangan sektor wisata dalam hal ini tentunya upaya dari pemerintah melalui OPD terkait dalam pengembangannya,” harapnya.
Diakhir sambutan, Manihar Tumangger berpesan melalui kegiatan pelatihan desa wisata ini agar para peserta dapat menyimak dan mengikuti dengan baik setiap materi pelatihan yang disampaikan oleh para narasumber.
Di tempat sama, Kapala Bidang Pariwisata Disparbud Kabupaten Pakpak Bharat Sekjen Padang dalam laporannya mengatakan, pelatihan pengelolaan Desa wisata untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kompetensi para pegiat dan masyarakat.
“Sehingga mereka tahu prospek wisata yang ada di setiap desa agar para pelaku usaha dan masyarakat dapat mengelola objek wisata yang ada di setiap desanya masing masing,” ungkapnya.
Kabid ini juga ingin peserta melalui dapat mencapai sasaran seperti mengetahui dan memahami bagimana merencanakan dan melaksanakan pengelolaan desa wisata nantinya dan potensi objek wisata yang di promosikan dapat semakin dipahami harapnya
Dalam kesempatan ini panitia pelaksana kegiatan pelatihan Desa wisata ini juga menjelaskan, metode pelatihan ini dibagi menjadi beberapa metode seperti pemaparan materi oleh narasumber ,dan praktek kerja kelompok.
“Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari yang dimulai hari ini 18- 20 November 2024 dari sumber anggaran dana DAK non fisik pada bidang pariwisata tahun anggaran 2024, jenis kegiatan pelatihan pengelolaan Desa wisata tahun 2024,” jelas panitia.
Nampak hadir dalam pelatihan ini Kepala Disparbud Maranatha M Padang S.P.MM, didampingi Sekjen Padang Kabid Pariwisata yang dipandu langsung Narasumber Lukman Nurhakim S.T.AELI sebagai profesional di bidangnya sekaligus direktur CV Bumi Outdoors beserta tim.
![]()
Penulis : Benny Solin
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan