PAKPAK BHARAT, MNP – Tim gabungan yang terdiri dari Polres Pakpak Bharat, Basarnas Provinsi, dan BPBD Kabupaten Pakpak Bharat terus mengintensifkan upaya pencarian terhadap pasangan suami istri (pasutri) yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas tunggal di Dusun Buludidin, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan STU Jehe
Hingga Sabtu pagi (04/04/2026), keberadaan korban beserta kendaraan yang jatuh ke jurang dan aliran Sungai Lae Kombih tersebut belum membuahkan hasil. Menanggapi kondisi ini, pihak berwenang memutuskan untuk memperluas radius area pencarian.
Kapolres Pakpak Bharat, AKBP Muhammad Agustiawan, S.T., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas AKP Amron Simanullang, S.H., menyatakan bahwa tim di lapangan menghadapi tantangan berat akibat medan yang sulit dan arus sungai yang sangat deras.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kali ini kita perluas lokasi area pencariannya. Personel gabungan bersama unsur masyarakat setempat terlibat aktif melakukan penyisiran di sepanjang alur Sungai Lae Kombih,” ujar AKP Amron.
Area pencarian kini tidak lagi terbatas di wilayah titik jatuh, melainkan menyisir aliran sungai hingga melewati batas kabupaten dan provinsi. Tim menyisir mulai dari kawasan Namoteri di Kabupaten Pakpak Bharat, berlanjut ke Kedabuhan, hingga mencapai wilayah Sikelang di Provinsi Aceh.
“Sampai saat ini, baik objek berupa mobil Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi BK 1213 SP, maupun kedua korban yakni Rudi Simanjuntak dan istrinya, Risma Tumangger, belum berhasil ditemukan,” tegas AKP Amron.
Di tengah upaya keras petugas di lapangan yang mempertaruhkan keselamatan di jalur sungai yang ekstrem, pihak kepolisian meminta dukungan moral dari seluruh lapisan masyarakat.
“Kami mohon doa dan dukungannya agar pencarian korban ini segera membuahkan hasil. Semoga para petugas yang melaksanakan pencarian selalu berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” harap Kasi Humas Polres Pakpak Bharat mengakhiri keterangannya.
![]()
Penulis : Benny Solin
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan