PAKPAK BHARAT, MNP – Tim gabungan dari Polres Pakpak Bharat, BPBD, dan Tagana tengah melakukan pencarian intensif terhadap seorang warga Dusun Aornakan, Desa Pergeteng-geteng Sengkut (PGGS), yang dilaporkan hilang sejak Kamis (26/03/2026). Korban diduga tergelincir dan hanyut di aliran Sungai Lae Une yang berarus deras.
Kapolres Pakpak Bharat, AKBP Muhammad Agustiawan, S.T., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas AKP Amron Simanullang, S.H., mengonfirmasi bahwa pihak SPKT telah menerima laporan resmi dari keluarga korban, Marke Martahan Sinamo (34).
Korban yang dilaporkan hilang diidentifikasi bernama Robert Sinamo (54), seorang petani yang diketahui sedang dalam kondisi kesehatan psikis yang kurang stabil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa bermula pada Kamis siang sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, pelapor (Marke) sedang menerima tamu di rumahnya. Korban terlihat masuk ke dalam kamar saat pelapor sedang berbincang dengan saksi, Poibe Pardede.
Namun, setelah tamu pulang, pelapor memeriksa kamar dan mendapati korban sudah tidak ada di tempat. Upaya pencarian mandiri bersama tetangga di sekitar rumah tidak membuahkan hasil. Muncul dugaan kuat korban tergelincir ke Sungai Lae Une yang lokasinya tidak jauh dari kediaman korban.
Merespons laporan tersebut, Kabag Ops AKP Mulia P. Simamora, S.H., segera membentuk tim pencari yang terdiri dari personel Polres Pakpak Bharat dan Polsek Salak untuk berkoordinasi dengan stakeholder terkait.
Pada Jumat pagi (27/03/2026), operasi pencarian skala besar dimulai dengan melibatkan Sat Samapta Polres Pakpak Bharat (dipimpin AKP Marihot Simanjuntak), Sat Intelkam Polres Pakpak Bharat (dipimpin Ipda Irwansyah Tarigan, S.Pd., M.H.), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Pakpak Bharat dan Tim Tagana dan warga setempat.
“Tim menyisir aliran Sungai Lae Une yang memiliki karakteristik arus deras dan medan yang terjal. Hingga saat ini, petugas juga telah memasang jaring di sekitar area Air Terjun Lae Une sebagai langkah antisipasi,” ujar AKP Amron.
Meski telah dilakukan penyisiran sejak pagi hingga sore hari, keberadaan Robert Sinamo belum juga ditemukan. Medan yang berat menjadi salah satu tantangan bagi tim di lapangan.
“Pencarian akan kembali dilanjutkan besok pagi dengan memperluas area penyisiran di sepanjang aliran sungai. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memaksimalkan upaya penyelamatan korban,” pungkas AKP Amron.
Pihak kepolisian juga mengimbau warga di sekitar aliran sungai untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda atau keberadaan korban.
![]()
Penulis : Benny Solin
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan