Merawat Tradisi Menolak Bala, Mengintip Ruwatan Desa Glandang Bantarbolang Pemalang

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, MNP Nuansa pergantian tahun baru Islam atau yang akrab dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro selalu menghadirkan nuansa magis sekaligus religius.

Suasana khidmat dan semarak tampak begitu terasa di Desa Glandang Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang saat ribuan warga tumpah ruah menggelar tradisi Ruwat Desa,

Pelaksanaan acara yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa setempat bersama para tokoh adat dan pemuka agama ini. Bukan sekadar seremonial belaka, Ruwat Desa menjadi wujud nyata pelestarian warisan leluhur yang dipadukan dengan nilai-nilai syiar Islam.

Kegiatan dibuka sejak pagi hari dengan pawai iringan -iringan kirab budaya yang diikuti oleh ratusan anak-anak hingga orang tua, melambangkan harapan akan datangnya cahaya dan semangat baru di awal tahun.

Puncak acara berupa pagelaran wayang golek akan digelar pada malam hari, sedangkan prosesi ruwatan akan dipimpin oleh salah seorang Dalang terkenal dari Tegal.

Sebelumnya, pagi hari digelar rangkaian arak-arakan dari 12 RT yang ada di desa Glandang, dengan masing- masing membuat gunungan hasil bumi.

Kemudian diarak keliling mengelilingi desa,setelah prosesi ruwatan hasil bumi, seluruh warga membawa kembali hasil bumi yang telah disucikan.

Penjabat Kepala Desa Glandang, kecamatan Bantarbolang Zainal Imron, mengatakan bahwa prosesi ruwatan desa dengan tema Mandiri dan Berdikari ini sebagai implementasi kemandirian warga.

“Kegiatan ini bernama ruwat bumi, baritan, atau sedekah bumi, dengan tema Mandiri dan Berdikari. Penyampaian pesannya nanti disesuaikan dengan gaya dalang, namun secara garis besar mengusung semangat kemandirian masyarakat,” tutur Zainal, Rabu (24/6).

Lebih lanjut, bahwa anggaran kegiatan bersumber dari swadaya masyarakat. “Setiap rumah tangga menyisihkan Rp500 setiap malam, dikumpulkan selama satu tahun penuh. Terkumpul sekitar Rp 60–65 juta. Selain itu ada bantuan dari donatur sekitar Rp 80 juta,” ungkapnya.

Keterlibatan seluruh warga dan kemandirian dalam penggalangan dana dinilai menjadi contoh positif bagi desa-desa sekitar.

Panitia berharap tradisi ini terus dilestarikan dari generasi ke generasi, agar nilai-nilai luhur, rasa syukur, dan persatuan tetap tumbuh subur di tengah masyarakat Desa Glandang.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

KDM: Daerah Tertib, Bersih dan Indah Lebih Diminati Wisatawan
Untuk Ketiga Kalinya! Bupati Yusuf Ritangnga Bagikan 23 Alsintan Gratis ke Kelompok Tani Maiwa
Rutan Pemalang dan PKBM Agung Nugraha Sepakati Program Penyetaraan Pendidikan Warga Binaan
Nestapa Sang Ikon Ibu Kota, Kala Ondel-Ondel Betawi Mengais Rezeki Hingga ke Pemalang
Polsek Pematang Karau Selidiki Dugaan Penggalian Makam Mayoritas Perempuan di Desa Lebo
Marak Terjadi Kecelakaan, Kenapa Kerusakan Jalan Cisayong -Sindangelet Dibiarkan?
BPJS Kesehatan Goes To Campus INTI, Tingkatkan Pemahaman JKN bagi Generasi Muda
Sederhana Penuh Makna, Tangis Haru Warnai Perpisahan Siswa SMAS Al Fatah Limbangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:10 WIB

KDM: Daerah Tertib, Bersih dan Indah Lebih Diminati Wisatawan

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:52 WIB

Untuk Ketiga Kalinya! Bupati Yusuf Ritangnga Bagikan 23 Alsintan Gratis ke Kelompok Tani Maiwa

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:30 WIB

Rutan Pemalang dan PKBM Agung Nugraha Sepakati Program Penyetaraan Pendidikan Warga Binaan

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:05 WIB

Nestapa Sang Ikon Ibu Kota, Kala Ondel-Ondel Betawi Mengais Rezeki Hingga ke Pemalang

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:57 WIB

Merawat Tradisi Menolak Bala, Mengintip Ruwatan Desa Glandang Bantarbolang Pemalang

Berita Terbaru

Berita terbaru

KDM: Daerah Tertib, Bersih dan Indah Lebih Diminati Wisatawan

Rabu, 24 Jun 2026 - 19:10 WIB