Soal Pasien Mau Dipulangkan, Kepala Puskesmas Curio Klarifikasi: Itu Miskomunikasi, Pasien Tolak Rujukan 

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENREKANG, MNP – Kepala UPTD Puskesmas Curio, Rizka Mubarak, akhirnya buka suara menanggapi keluhan yang disampaikan aktivis PKN Enrekang, Muhammad Moechtar, terkait pelayanan kepada pasien bernama Dahlan.

Ia memastikan pihaknya tidak mengabaikan pasien dan menjadikan masukan tersebut sebagai bahan evaluasi internal.

“Saya berterima kasih dengan adanya informasi seperti ini. Insyaallah kami akan jadikan sebagai bahan evaluasi kami dalam melaksanakan pelayanan yang lebih baik lagi ke depannya,” ujar Rizka saat dikonfirmasi, Sabtu (15/08/2026).

Namun berdasarkan pengecekan ke bawah, ia menyebut kejadian tersebut murni “miss komunikasi” di lapangan.

Rizka membeberkan kronologi lengkap. Pada siang hari Jumat, pasien atas nama Dahlan masuk ke Puskesmas dalam keadaan tidak sadar setelah ditemukan keluarganya di kebun.

Saat dilakukan pemeriksaan, saturasi oksigen pasien bagus di angka 99 persen, namun tensinya tinggi.

“Perlu saya sampaikan juga bahwa beliau ini baru saja ditinggal mati oleh istrinya. Jadi kemungkinan ada faktor psikis di dalamnya,” jelas Rizka.

Dokter yang menangani saat itu menyarankan agar pasien dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut karena kondisinya agak apatis.

Namun tidak lama kemudian pasien sadar dan menolak dirujuk dengan menandatangani surat penolakan.

Pihak Puskesmas kemudian menyarankan agar pasien dirawat inap. Pada saat visite pagi, kondisi pasien membaik, hasil EKG normal, dan pasien mengaku sudah tidak ada keluhan.

Karena cairan infus masih terpasang, perawat menyarankan observasi sampai infus habis. Namun sebelum sore infus sudah habis dan pasien meminta pulang karena merasa sudah baikan.

“Akhirnya pasien diizinkan pulang lebih awal. Tapi belum sempat keluar gerbang Puskesmas, pasien kembali sesak,” terang Rizka.

Di momen itulah datang keluarga pasien, Pak Mukhtar. Menurut penyampaian staf, terjadi sedikit perdebatan dan ada tindakan memukul tempat tidur dengan keras.

“Itu mungkin reaksi orang yang lagi emosi. Kami juga tidak tahu apakah penjelasan kami yang belum diterima sehingga terjadi seperti itu,” ujarnya.

Setelah itu pasien kembali disarankan rawat inap dan diberi oksigen serta pelayanan lainnya. Rizka berharap masyarakat menyampaikan kritik dan saran dengan cara yang baik tanpa intimidasi agar pelayanan bisa berjalan maksimal.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf terbuka jika ada pelayanan yang dirasa belum maksimal.

“Bagaimana kami bisa melayani dengan baik jika ada unsur-unsur seperti itu. Kami siap evaluasi dan meningkatkan pelayanan untuk seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda
600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?
Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat
Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih
Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU
Paguyuban Online Bersatu Geruduk DPRD: Desak Evaluasi Aturan Transportasi Maxim
Wujudkan Wilayah Bebas TB dan Kanker Serviks, Puskesmas Cibeureum Perkuat Kolaborasi
Parah! Koperasi di Bartim Diduga Catut Nama Dinas, Gelapkan Rp13 Juta hingga Menunggak Pajak Rp3,3 M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:20 WIB

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda

Selasa, 15 September 2026 - 16:11 WIB

600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?

Selasa, 15 September 2026 - 16:01 WIB

Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 15 September 2026 - 13:49 WIB

Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih

Selasa, 15 September 2026 - 13:34 WIB

Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU

Berita Terbaru