ENREKANG, MNP – Kepala UPTD Puskesmas Curio, Rizka Mubarak, akhirnya buka suara menanggapi keluhan yang disampaikan aktivis PKN Enrekang, Muhammad Moechtar, terkait pelayanan kepada pasien bernama Dahlan.
Ia memastikan pihaknya tidak mengabaikan pasien dan menjadikan masukan tersebut sebagai bahan evaluasi internal.
“Saya berterima kasih dengan adanya informasi seperti ini. Insyaallah kami akan jadikan sebagai bahan evaluasi kami dalam melaksanakan pelayanan yang lebih baik lagi ke depannya,” ujar Rizka saat dikonfirmasi, Sabtu (15/08/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun berdasarkan pengecekan ke bawah, ia menyebut kejadian tersebut murni “miss komunikasi” di lapangan.
Rizka membeberkan kronologi lengkap. Pada siang hari Jumat, pasien atas nama Dahlan masuk ke Puskesmas dalam keadaan tidak sadar setelah ditemukan keluarganya di kebun.
Saat dilakukan pemeriksaan, saturasi oksigen pasien bagus di angka 99 persen, namun tensinya tinggi.
“Perlu saya sampaikan juga bahwa beliau ini baru saja ditinggal mati oleh istrinya. Jadi kemungkinan ada faktor psikis di dalamnya,” jelas Rizka.
Dokter yang menangani saat itu menyarankan agar pasien dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut karena kondisinya agak apatis.
Namun tidak lama kemudian pasien sadar dan menolak dirujuk dengan menandatangani surat penolakan.
Pihak Puskesmas kemudian menyarankan agar pasien dirawat inap. Pada saat visite pagi, kondisi pasien membaik, hasil EKG normal, dan pasien mengaku sudah tidak ada keluhan.
Karena cairan infus masih terpasang, perawat menyarankan observasi sampai infus habis. Namun sebelum sore infus sudah habis dan pasien meminta pulang karena merasa sudah baikan.
“Akhirnya pasien diizinkan pulang lebih awal. Tapi belum sempat keluar gerbang Puskesmas, pasien kembali sesak,” terang Rizka.
Di momen itulah datang keluarga pasien, Pak Mukhtar. Menurut penyampaian staf, terjadi sedikit perdebatan dan ada tindakan memukul tempat tidur dengan keras.
“Itu mungkin reaksi orang yang lagi emosi. Kami juga tidak tahu apakah penjelasan kami yang belum diterima sehingga terjadi seperti itu,” ujarnya.
Setelah itu pasien kembali disarankan rawat inap dan diberi oksigen serta pelayanan lainnya. Rizka berharap masyarakat menyampaikan kritik dan saran dengan cara yang baik tanpa intimidasi agar pelayanan bisa berjalan maksimal.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf terbuka jika ada pelayanan yang dirasa belum maksimal.
“Bagaimana kami bisa melayani dengan baik jika ada unsur-unsur seperti itu. Kami siap evaluasi dan meningkatkan pelayanan untuk seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan