BANDUNG, MNP – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, Masjid Agung Bandung bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi merupakan warisan para pendiri Kota Bandung sekaligus aset umat yang memiliki peran penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat.
Hal itu disampaikan Farhan saat menghadiri kegiatan Tabligh Akbar dirangkaikan dengan Tasyakur Bini’mah dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI di Masjid Agung Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026.
Farhan menyebut, masjid yang telah berdiri sejak hampir dua abad tersebut kini berstatus 100 persen wakaf. Oleh karenanya, keberlangsungan dan kemakmuran masjid menjadi tanggung jawab umat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Masjid ini bukan milik pemerintah tetapi milik umat 100 persen. Keberlangsungan masjid ini tidak boleh tergantung lagi kepada pemerintah. Masjid ini harus hidup oleh umat Islam seluruh Kota Bandung,” kata Farhan
Menurutnya, pemerintah tetap dapat memberikan dukungan dalam bentuk stimulan dan kolaborasi. Namun, peran utama dalam memakmurkan masjid harus datang dari masyarakat.
Farhan menuturkan, memakmurkan masjid tidak selalu identik dengan persoalan finansial. Kehadiran masyarakat, aktivitas keagamaan serta berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi warga juga merupakan bagian penting dari upaya memakmurkan masjid.
Farhan juga mengungkapkan Pemkot Bandung bersama Baznas tengah menjajaki peluang penghimpunan dana masyarakat melalui instrumen pasar modal syariah. Gagasan tersebut terinspirasi dari pengelolaan pembiayaan Masjid Istiqlal.
“Kami bersama Baznas kemarin datang ke Bursa Efek Indonesia mencari kemungkinan untuk melaksanakan sebuah upaya seperti yang dilakukan Masjid Istiqlal yaitu mencari dana masyarakat melalui Bursa Efek agar produk-produk investasi keuangan syariah dapat disalurkan kepada masjid-masjid yang sudah 100 persen wakaf,” ujarnya.
Farhan juga melihat perkembangan positif dari kegiatan keagamaan yang rutin digelar di Masjid Agung Bandung. Ia menyebut jumlah jemaah yang hadir terus meningkat dibandingkan kegiatan sebelumnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan kuatnya kehidupan keagamaan masyarakat Kota Bandung.
“Artinya memang semakin lama semakin jelas bahwa Kota Bandung adalah salah satu kota yang memiliki kegiatan-kegiatan religi keislaman yang sangat kuat dan harus dibangun terus,” jelasnya.
Farhan berharap Masjid Agung Bandung dapat terus menjadi ruang berkumpul masyarakat bukan hanya untuk kegiatan ibadah tetapi juga menyebarkan kebaikan di tengah pusat perdagangan, pemerintahan, perekonomian dan aktivitas masyarakat Kota Bandung.
![]()
Penulis : Wawan Uje
Editor : Redi Setiawan
Sumber Berita : Press Release










Tinggalkan Balasan