Menguak Aroma Jual Beli Jabatan di Pemkot Tasikmalaya

Selasa, 11 November 2025 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi| Net

Ilustrasi| Net

Opini Publik, MNP – Fenomena dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya menjadi sorotan publik.

Isu ini bukan hanya mencerminkan persoalan moral aparatur negara, tetapi juga menggambarkan adanya krisis integritas dalam sistem birokrasi yang seharusnya bersih dan profesional.

Ketika rotasi dan mutasi jabatan tidak lagi berdasarkan kompetensi dan kinerja, melainkan karena kekuatan uang, maka nilai-nilai pelayanan publik yang ideal perlahan runtuh.

Rotasi jabatan pada dasarnya merupakan mekanisme penyegaran organisasi dan bentuk penghargaan terhadap kinerja aparatur.

Namun, dalam praktiknya, mekanisme ini sering kali disalahgunakan oleh oknum tertentu sebagai ajang transaksi kekuasaan.

Jabatan yang seharusnya diberikan kepada mereka yang berprestasi justru berpindah tangan kepada pihak yang mampu memberikan imbalan finansial.

Akibatnya, muncul ketimpangan antara pejabat yang layak dengan pejabat yang sekadar mampu membeli posisi.

Jika praktik seperti ini benar terjadi, dampaknya sangat luas. Pertama, hal tersebut akan melahirkan aparatur yang bekerja bukan karena dedikasi, melainkan demi mengembalikan “modal” yang sudah dikeluarkan.

Fokus kerja mereka bukan lagi untuk melayani masyarakat, tetapi untuk mencari keuntungan pribadi dan menjaga posisi yang telah diperoleh. Hal ini tentu mencederai prinsip meritokrasi yang menjadi dasar dalam sistem birokrasi modern.

Kedua, praktik jual beli jabatan menciptakan rantai korupsi yang sulit diputus. Mereka yang mendapatkan jabatan melalui cara tidak sah akan cenderung memanfaatkan kewenangan untuk menutup praktik tersebut atau bahkan mengulanginya ketika ada kesempatan serupa.

Akibatnya, budaya birokrasi yang sehat menjadi rusak dan kepercayaan publik terhadap pemerintah semakin menurun.

Ketiga, dampak psikologis terhadap pegawai yang berprestasi juga tidak bisa diabaikan. Ketika usaha dan kerja keras tidak dihargai, sementara yang diutamakan adalah mereka yang “bermodal”, motivasi kerja menurun.

Lingkungan kerja menjadi tidak sehat, penuh kecurigaan, dan sarat intrik. Situasi ini dapat memengaruhi efektivitas pelayanan publik secara keseluruhan.

Dalam konteks pemerintahan daerah seperti Tasikmalaya, isu ini menjadi peringatan serius agar setiap kebijakan rotasi dan mutasi dilakukan secara transparan, objektif, dan berbasis penilaian kinerja yang terukur.

Pengawasan dari lembaga internal maupun eksternal harus diperkuat, dan mekanisme pelaporan terhadap dugaan pelanggaran semestinya dibuka secara aman bagi masyarakat dan pegawai.

Lebih dari itu, pemerintah perlu menegakkan sistem merit dan memperbaiki pola rekrutmen serta promosi jabatan.

Integritas harus menjadi syarat utama bagi setiap aparatur yang ingin naik jabatan. Ketika sistem sudah kuat dan transparan, peluang terjadinya transaksi jabatan dapat diminimalkan.

Jual beli jabatan bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan kejahatan moral dan penghianatan terhadap amanah publik. Jika tidak segera diberantas, birokrasi akan terus kehilangan makna dan masyarakat akan semakin apatis terhadap pemerintahnya.

Saatnya Pemkot Tasikmalaya membuktikan komitmen terhadap pemerintahan yang bersih, adil, dan berintegritas, agar aroma busuk jual beli jabatan benar-benar lenyap dari tubuh birokrasi daerah.

Loading

Penulis : DHS

Berita Terkait

Bupati Bogor Tinjau Ratusan Siswa SMPN 1 dan 2 Dramaga Diduga Keracunan MBG
Pembangunan Drainase Sukamenak Rampung Sesuai Spesifikasi, Warga Sambut Lingkungan Lebih Nyaman
Kejutan Hari Sumpah Pemuda di Tasikmalaya, Ratusan Mahasiswa Demo, Gerbang DPRD Roboh
Semarak Mangkubumi Fest 2026: Sambut HUT ke-25 Kota Tasikmalaya Lewat Jalan Santai Bersedekah dan Sholawat
Ketum SWI Resmi Buka UKW Zona Kalsel: Cetak Jurnalis Kompeten Sesuai Standar Dewan Pers
IGORNAS Cup Kota Tasikmalaya Resmi Dibuka, Jaring Bibit Atlet SD
Polisi Ungkap Penyalahgunaan Solar Subsidi 8.400 Liter di Katibung
Polsek Patangkep Tutui Selidiki Temuan Mayat Perempuan Lansia dengan Luka Bakar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Bupati Bogor Tinjau Ratusan Siswa SMPN 1 dan 2 Dramaga Diduga Keracunan MBG

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Pembangunan Drainase Sukamenak Rampung Sesuai Spesifikasi, Warga Sambut Lingkungan Lebih Nyaman

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Kejutan Hari Sumpah Pemuda di Tasikmalaya, Ratusan Mahasiswa Demo, Gerbang DPRD Roboh

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Semarak Mangkubumi Fest 2026: Sambut HUT ke-25 Kota Tasikmalaya Lewat Jalan Santai Bersedekah dan Sholawat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Ketum SWI Resmi Buka UKW Zona Kalsel: Cetak Jurnalis Kompeten Sesuai Standar Dewan Pers

Berita Terbaru