Menanti Nyali Dinkes Lamsel: Mengapa Pengawasan Dapur Baru SPPG Sidorejo 2 Bisa Kecolongan?

Kamis, 12 Februari 2026 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG SELATAN, MNP – Kasus dugaan menu nasi goreng berbau basi yang sempat diterima siswa sekolah dasar kini berkembang menjadi sorotan serius terhadap pengawasan dapur SPPG Sidorejo 2, yang diketahui belum lama beroperasi.

Hingga berita lanjutan ini diterbitkan, Kepala Dapur SPPG Sidorejo 2 Kecamatan Sidomulyo maupun Dinas Kesehatan Lampung Selatan (Lamsel) belum memberikan tanggapan resmi, meski permintaan konfirmasi telah disampaikan redaksi.

Ketiadaan penjelasan ini justru memperkuat pertanyaan publik tentang bagaimana dapur yang masih tergolong baru bisa mengalami persoalan mutu makanan sejak awal operasional.

Sebelumnya pihak dapur mengakui adanya porsi yang berbau dan menyampaikan permintaan maaf. Namun persoalan ini tidak berhenti pada permintaan maaf semata.

Temuan makanan yang terindikasi tidak layak konsumsi menandakan adanya kemungkinan celah dalam rantai pengawasan keamanan pangan, mulai dari proses pengolahan hingga distribusi.

Dalam standar Sanitasi Lingkungan dan Higiene Sanitasi (SLHS), pengendalian mutu makanan merupakan bagian krusial yang mencakup kebersihan area produksi, prosedur pengolahan, penyimpanan suhu aman, hingga pengawasan akhir sebelum makanan dikirim ke sekolah.

Jika makanan dengan indikasi bau basi masih bisa lolos dan sampai ke lingkungan sekolah, maka publik wajar mempertanyakan apakah prosedur SLHS benar-benar dijalankan atau hanya sebatas administratif?

Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekhawatiran mendalam.

“Ini makanan untuk anak-anak. Kalau dapurnya masih baru, seharusnya justru paling siap dan paling diawasi, bukan malah sudah ada kejadian begini,” ujarnya, Kamis (12/02/2026).

Pihak sekolah juga membenarkan adanya laporan aroma tidak sedap pada sebagian porsi sebelum dikonsumsi siswa dan langsung berkoordinasi dengan pihak dapur.

Kini sorotan mengarah pada fungsi pengawasan, baik dari internal pengelola dapur maupun dari instansi teknis yang berwenang.

Dapur yang baru beroperasi seharusnya berada dalam masa pemantauan ketat untuk memastikan seluruh standar keamanan pangan dipenuhi sebelum distribusi rutin dilakukan.

Redaksi telah meminta klarifikasi mengenai Status kepemilikan atau proses pemenuhan SLHS, Riwayat inspeksi sanitasi, Rekomendasi perbaikan yang pernah diberikan dan Evaluasi menyeluruh pascakejadian

Namun hingga kini belum ada jawaban resmi dari pihak dapur maupun Dinas Kesehatan.

Ketiadaan penjelasan terbuka dari pihak yang berwenang justru menambah kekhawatiran masyarakat. Program penyediaan makanan bagi siswa menyangkut kesehatan anak-anak, sehingga standar pengawasan seharusnya bersifat ketat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tanpa kejelasan mengenai evaluasi dan perbaikan, kepercayaan publik terhadap sistem pengawasan pangan berpotensi semakin menurun.

Wartawan akan terus berupaya memperoleh klarifikasi, karena keamanan pangan anak sekolah bukan sekadar urusan teknis, melainkan tanggung jawab serius yang menuntut pengawasan nyata, bukan hanya prosedur di atas kertas.

Loading

Penulis : Jun

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Impian Terwujud, Warga dan Santri Parungponteng Sambut Pembangunan MCK TMMD Ke-129
Kibar Budaya 2026: Geliat Anyaman Bambu Situbeet Dongkrak Ekonomi Kreatif
Utamakan Kepuasan Konsumen, SPBU 34.44129 Selaawi Garut Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik
Milangkala ke-394 Kabupaten Tasikmalaya, Momentum Memperkuat Persatuan dan Mewujudkan Tasik Raharja
Kawal Laporan Penghinaan Suku Pakpak, Tokoh Muda Zulkarnain Berutu Penuhi Panggilan Polres Dairi
Gelar RAT Tahun Buku 2025, Koperasi Paku Janang Membangun Perkuat Transparansi dan Kesejahteraan Anggota
KKN-T Kampung Sejahtera Gelombang 116 Unhas Gelar Pelatihan Penguatan Kapasitas Bagi Pilar Sosial 
Lapas Cipinang Perkuat Kompetensi Pegawai Lewat Knowledge Sharing SMART PAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:18 WIB

Impian Terwujud, Warga dan Santri Parungponteng Sambut Pembangunan MCK TMMD Ke-129

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:54 WIB

Kibar Budaya 2026: Geliat Anyaman Bambu Situbeet Dongkrak Ekonomi Kreatif

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:00 WIB

Utamakan Kepuasan Konsumen, SPBU 34.44129 Selaawi Garut Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:50 WIB

Milangkala ke-394 Kabupaten Tasikmalaya, Momentum Memperkuat Persatuan dan Mewujudkan Tasik Raharja

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:43 WIB

Kawal Laporan Penghinaan Suku Pakpak, Tokoh Muda Zulkarnain Berutu Penuhi Panggilan Polres Dairi

Berita Terbaru