TASIKMALAYA, MNP – Kibar Budaya 2026 resmi digelar di Kampung Situbeet, Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya dengan mengusung semangat pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi kerakyatan, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali kejayaan anyaman bambu Situbeet yang pernah menjadi salah satu identitas kerajinan unggulan Kota Tasikmalaya.
Rangkaian acara diawali dengan pawai helaran budaya yang menampilkan keunikan busana para mojang Situbeet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Busana tersebut dipadukan dengan berbagai ornamen anyaman bambu hasil karya para perajin lokal, kemudian diarak mengelilingi wilayah Kelurahan Cipari.
Penampilan yang sarat nilai seni dan tradisi itu berhasil menarik perhatian masyarakat yang memadati sepanjang rute Kibar Budaya.
Kegiatan ini merupakan gagasan H. Ucu Anwar yang mendapat dukungan penuh dari Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya (DKKT).
Menurutnya, Kibar Budaya bukan sekadar perayaan tradisi, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk membangkitkan kembali industri kerajinan anyaman bambu yang sempat mengalami penurunan, terutama sejak pandemi COVID-19.
Dalam keterangannya, H. Ucu Anwar menyampaikan harapan agar anyaman bambu Situbeet yang telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dapat kembali memperoleh tempat di pasar nasional bahkan internasional.
Ia meyakini bahwa kebangkitan sektor kerajinan tersebut akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga Situbeet dan secara lebih luas masyarakat Kota Tasikmalaya.
Namun demikian, ia mengakui bahwa para perajin masih menghadapi sejumlah tantangan.
Salah satu persoalan utama adalah semakin sulitnya memperoleh bahan baku bambu akibat banyaknya perubahan fungsi lahan yang sebelumnya menjadi sumber utama bahan baku.
Selain itu, keterbatasan akses permodalan juga menjadi kendala yang menghambat perkembangan usaha para pengrajin.
Ucu Anwar berharap pemerintah, lembaga perbankan, maupun koperasi yang ada di Kota Tasikmalaya dapat hadir sebagai mitra strategis bagi para perajin.
“Dukungan pembiayaan yang mudah diakses dan berkelanjutan akan menjadi modal penting untuk menghidupkan kembali industri anyaman bambu sebagai penggerak ekonomi rakyat,” ungkapnya.
Ucu Anwar menyampaikan pesan yang menekankan pentingnya keberpihakan nyata terhadap masyarakat.
Menurutnya, yang dibutuhkan para pelaku usaha bukan sekadar keberadaan sebuah koperasi secara administratif, melainkan koperasi yang benar-benar mampu memberikan pendampingan, akses permodalan, serta menjadi penggerak kemajuan ekonomi masyarakat secara nyata.
Melalui Kibar Budaya 2026, semangat melestarikan warisan budaya diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya memperkuat ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan, anyaman bambu Situbeet diyakini memiliki peluang besar untuk kembali menjadi kebanggaan Kota Tasikmalaya sekaligus bersaing di tingkat nasional hingga mancanegara.
![]()
Penulis : Arrie Heryadi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan