SIDIKALANG, MNP – Menelisik perkembangan kasus dugaan penghinaan terhadap suku Pakpak melalui media sosial, Zulkarnain Berutu selaku pelapor kembali memenuhi panggilan Polres Dairi pada Jumat (24/7/2026).
Kedatangan tokoh muda Pakpak tersebut bertujuan untuk memberikan keterangan klarifikasi tambahan terkait laporannya terhadap pemilik akun Facebook Moratua Gajah.
Kasus ini memicu keprihatinan dan perhatian luas dari masyarakat suku Pakpak. Dukungan penuh pun mengalir kepada Zulkarnain Berutu untuk mengawal proses hukum hingga tuntas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak masyarakat meminta Polres Dairi bertindak tegas atas unggahan terduga pelaku yang dinilai melecehkan martabat dan asal-usul leluhur mereka.
Saat dikonfirmasi mengenai perkembangan laporannya, Zulkarnain Berutu menegaskan komitmennya untuk menjaga kehormatan etnis Pakpak dari segala bentuk penghinaan.
“Kami sebagai suku Pakpak sangat menghormati leluhur kami, HYANG. Martabat beliau wajib kami jaga selamanya dan tidak boleh dihinakan oleh siapa pun,” tegas Zulkarnain melalui pesan singkat WhatsApp.
Zulkarnain mengapresiasi kinerja Kepolisian dan berharap Polres Dairi dapat bergerak cepat dalam menuntaskan perkara ini demi keadilan dan ketertiban masyarakat.
“Kami mendukung penuh Polres Dairi dengan slogan PRESISI-nya untuk segera memproses hukum saudara Moratua Gajah. Unggahannya yang menyebut leluhur kami HYANG sebagai ‘keturunan biang’ (anjing) sangat melukai marwah kami suku Pakpak. Pakpak harus berani, jujung lupomi pelias kutami,” pungkasnya dengan nada geram.
![]()
Penulis : Benny Solin
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan