Tasikmalaya, MNP — Karang Taruna Kelurahan Bantarsari bersama POSKAB Sapu Jagad Galunggung sukses menggelar Lomba Pildacil (Pemilihan Da’i Cilik) Tingkat SD/MI se-Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya.
Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Bulan Muharram dan Tahun Baru Hijriyah 1447 Hijriyah yang berlangsung di aula GOR Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Rabu (23/07/2025).
Turut hadir Camat Bungursari, Lurah Bantarsari, Babinsa, tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua Karang Taruna Kecamatan Bungursari, jajaran Karang Taruna kelurahan, pembina, serta para tamu undangan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan seni qasidah dan marawis ibu-ibu Bantarsari sebagai pembuka acara yang disambut antusias para tamu undangan.
Eris Rismawan selaku Ketua Pelaksana menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar atas dasar kepedulian terhadap syiar Islam dan pentingnya regenerasi ulama di masa depan.
“Alhamdulillah, hari ini kami berhasil menyelenggarakan Pildacil dengan 21 peserta dari SD/MI se-Kecamatan Bungursari,” ungkapnya.
Eris menyebut, tujuan utama kegiatan ini adalah menggali potensi anak-anak sebagai calon da’i dan penerus para ulama. “Syiar Islam harus terus dilanjutkan oleh generasi muda,” jelas Eris.
Dirinya menyampaikan harapan agar kedepan, kegiatan seperti ini mendapatkan dukungan lebih luas dari berbagai stakeholder, “termasuk pemerintah dan lembaga keagamaan,” tutup Eris.
Ditempat sama, Eri Darwin, Ketua Karang Taruna Kecamatan Bungursari, menerangkan, Pildacil kali ini merupakan yang pertama namun telah menjadi cita-cita besar yang diharapkan bisa berlanjut rutin setiap tahun.
Tak hanya itu, Eri Darwin juga sangat merasa terbantu oleh sponsor utama yakni CV Assalam Family yang telah mendukung penuh acara ini.
“Harapan kami, ke depan lomba ini tidak hanya terbatas di tingkat SD/MI, tapi bisa naik ke level SMP, SMA, bahkan tingkat Kota Tasikmalaya,” ujarnya.
Sementara itu, Ustad Usman alias Uspet, salah satu dewan juri merasa bangga melihat antusiasme dan kemampuan para peserta.
Ia menilai bahwa anak-anak sudah terbiasa tampil dan menyampaikan materi dakwah dengan percaya diri.
“Anak-anak tampil luar biasa. Bahkan ketika lupa teks, mereka tetap tenang dan tersenyum. Ini menunjukkan pembinaan yang baik dari guru dan orang tua. Semoga ke depan bisa meningkat ke tingkat kota bahkan nasional,” ungkapnya.
Bunyani Miftah, tokoh masyarakat Bungursari yang akrab disapa Ustad Bubun, juga mengapresiasi inisiatif Karang Taruna.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi alternatif positif di tengah maraknya pengaruh negatif terhadap generasi muda.
“Ini bukan hanya ajang lomba, tapi juga pendidikan akhlak dan pelajaran untuk orang tua dalam mendidik anak. Kegiatan ini sangat layak dilanjutkan dan dikembangkan. Semoga jadi inspirasi untuk wilayah lain,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Hendrik
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan