TASIKMALAYA, MNP — Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa hangat di Kota Tasikmalaya.
Salah satu aksi menarik ditunjukkan oleh warga Kampung Cikiara, RW 10 dan RW 11, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes.
Mengusung tema Sampah Menjadi Berkah, warga menyulap ribuan botol plastik bekas menjadi bangunan gapura yang artistik dan penuh nilai edukasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak tanggung-tanggung, pembangunan gapura unik ini memanfaatkan sekitar 1.500 galon air mineral bekas serta ribuan botol plastik kecil yang dikumpulkan secara swadaya oleh masyarakat setempat.
Ketua RW 11, Dodi Setiadi, menjelaskan bahwa pembuatan gapura ini merupakan hasil kolaborasi dan kerja keras gotong royong antar warga dari RW 10 dan RW 11.
“Untuk tema tahun ini kami mengangkat isu sampah. Kami membuat gapura dari bahan daur ulang botol air mineral dengan kebutuhan galon mencapai kurang lebih 1.500 buah,” ungkap Dodi kepada Media Nasional Potret
Kreativitas dan semangat gotong royong warga Kp. Cikiara ini pun mendapat perhatian khusus dari Kepala Bidang (Kabid) Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya, Feri Arif M., yang datang langsung ke lokasi untuk meninjau proses pengerjaannya.
Feri memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan menyebut aksi warga ini sebagai contoh nyata penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) di tingkat masyarakat.
“Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain memperingati HUT Kemerdekaan RI, masyarakat juga memberikan edukasi nyata tentang pentingnya mengurangi sampah plastik melalui kreativitas dan gotong royong,” tutur Feri di sela-sela kunjungannya.
Kehadiran gapura daur ulang ini diharapkan tak sekadar menjadi hiasan ikonik perayaan Kemerdekaan RI di Kp. Cikiara, tetapi juga mampu memantik kesadaran masyarakat luas bahwa dengan sedikit kreativitas, limbah plastik dapat disulap menjadi karya yang indah, bermanfaat, dan membanggakan.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan