TASIKMALAYA, MNP – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Chandra, mengapresiasi masyarakat Kampung Cikiara RW 11, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, yang dinilai mampu mempertahankan budaya lokal sekaligus menghadirkan kreativitas dalam menjaga lingkungan.
Hal tersebut disampaikan Diky Chandra saat menghadiri kegiatan Nyawang Bulan sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar masyarakat Kampung Cikiara RW 11 Panglayungan, Kota Tasikmalaya, Kamis malam (27/8/2026).
Dalam sambutannya, Diky mengatakan bahwa masyarakat yang masih memiliki kesadaran untuk menjaga budaya dan tradisi merupakan sesuatu yang patut disyukuri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, Nyawang Bulan merupakan salah satu warisan positif dari orang-orang terdahulu yang mengandung nilai edukasi tentang hubungan manusia dengan alam.
“Beruntunglah dan bersyukurlah orang-orang yang masih diberikan keberkahan untuk menyadari hal-hal yang positif, salah satunya tentang budaya. Nyawang Bulan ini merupakan produk dari orang tua kita zaman dulu yang baik,” ujar Diky.
Menurutnya, tradisi Nyawang Bulan tidak sekadar menjadi kegiatan berkumpul masyarakat, tetapi juga dapat dimaknai sebagai bentuk tadabur terhadap alam.
Diky menegaskan bahwa kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungan. Manusia membutuhkan alam untuk menjalankan berbagai aktivitas, bekerja, bergerak hingga bersosialisasi.
“Ini kan sama dengan bertadabur dengan alam. Kita harus menghargai betapa kita ini tidak ada apa-apanya kalau tidak ada alam. Bagaimana kita bisa berusaha, bagaimana kita mau bergerak dan bersosialisasi tanpa ada alam?” katanya.
Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan agar tradisi dan kegiatan masyarakat seperti Nyawang Bulan tetap dapat dilaksanakan dari generasi ke generasi.
“Kalau alam ini rusak, tentunya kita tidak bisa mengadakan hal-hal semacam ini. Salah satunya kegiatan ini mengingatkan kita dari zaman ke zaman agar terus bertadabur dengan alam dan menyadari bahwa kita tidak bisa terpisahkan dari alam,” tutur Diky.
Diky juga memberikan apresiasi khusus kepada masyarakat Kampung Cikiara RW 11 yang dinilainya masih memiliki kesadaran untuk menjaga kultur dan budaya lokal.
Ia menyebut, tidak semua wilayah memiliki kesadaran yang sama dalam mempertahankan tradisi sekaligus mengembangkan kreativitas masyarakat.
“Alhamdulillah warga Kampung Cikiara RW 11 Panglayungan diberikan Allah kesadaran tentang betapa pentingnya menjaga kultur atau budaya yang tentunya pasti akan memberikan manfaat yang baik untuk masyarakat,” ujarnya.
Atas kepedulian tersebut, Diky menyampaikan terima kasih kepada masyarakat. Ia menilai pemerintah Kota Tasikmalaya justru harus mengapresiasi masyarakat yang secara mandiri menjaga budaya dan membangun kebersamaan di lingkungannya.
Selain berbicara mengenai budaya dan lingkungan, Diky juga mengaitkan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dengan pentingnya mengambil keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, salah satu hikmah dari peringatan Maulid Nabi adalah bagaimana masyarakat dapat mencontoh sikap dan keteladanan Rasulullah, termasuk dalam hal kemandirian.
“Salah satu dari sekian banyak hikmah Maulid Nabi adalah bagaimana kita mencontoh ketawadhuan Nabi, termasuk dalam sisi kemandirian. Nabi itu mandiri, salah satunya dari berdagang,” ungkapnya.
Ia berharap nilai tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki semangat untuk mandiri, bergerak dan terus berkarya.
“Mudah-mudahan khususnya masyarakat di sini bisa terinspirasi dari hal tersebut. Intinya masyarakat di sini sangat luar biasa. Mudah-mudahan Allah memberkati dan masyarakat tetap bergerak, tetap berjalan,” katanya.
Diky juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Cikiara atas undangan yang diberikan. Ia menegaskan kehadirannya merupakan bentuk memenuhi undangan masyarakat dan bukan sebagai pihak yang menyelenggarakan kegiatan.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas undangannya. Mohon disampaikan kepada masyarakat bahwa saya diundang oleh masyarakat, jadi mohon maaf kalau ada yang menganggap saya yang membuat acara,” ujar Diky.
Tak hanya mengapresiasi tradisi Nyawang Bulan, Diky Chandra juga memberikan perhatian terhadap kreativitas warga dalam memanfaatkan limbah menjadi bagian dari dekorasi lingkungan.
Salah satu yang menarik perhatiannya adalah gapura yang dibuat dari hasil daur ulang galon dan botol mineral.
Diky mengaku sebelum menghadiri kegiatan tersebut, dirinya sempat merekam kreativitas warga Cikiara. Ia bahkan berencana memasukkannya ke dalam video yang dibuatnya sendiri sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya memperkenalkan kreativitas masyarakat kepada wilayah lain.
“Tadi sebelum ke sini saya juga sudah video. Pengennya saya masukkan ke video saya, mudah-mudahan bisa. Saya sangat kagum dengan apa yang sudah dilakukan masyarakat Kampung Cikiara ini,” ungkapnya.
Menurut Diky, kreativitas tersebut tidak semata-mata untuk mendapatkan pujian. Justru, hal positif seperti itu menurutnya layak disampaikan dan disebarluaskan agar dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat di wilayah lain.
“Saya berpikir ini bukan untuk ingin dipuji, tetapi bisa menjadi contoh untuk daerah lainnya. Karena setiap ada kebaikan yang dicontoh, insyaallah akan menjadi kebaikan juga,” katanya.
Ia menilai kreativitas warga Cikiara menunjukkan bahwa masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang lebih indah dan nyaman dengan memanfaatkan barang-barang yang sebelumnya dianggap sebagai sampah.
“Di sini ada kreativitas yang luar biasa, maka harus disiarkan dan disampaikan. Mudah-mudahan ini bisa menginspirasi wilayah lain tentang bagaimana mengindahkan satu wilayah, menyamankan satu wilayah dengan kreativitas dan inovasi yang luar biasa seperti yang dilakukan masyarakat RW 11 Kampung Cikiara ini,” pungkasnya.
Kegiatan Nyawang Bulan dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut menjadi momentum bagi masyarakat Cikiara untuk merawat tradisi, memperkuat silaturahmi sekaligus menunjukkan bahwa budaya dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan