Kepala SMPN 5 Tasikmalaya Tegaskan Komitmen Jalankan Program Sekolah dan Disiplin Kerja

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Kota Tasikmalaya, Dina Yusida

Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Kota Tasikmalaya, Dina Yusida

TASIKMALAYA, MNP – Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Kota Tasikmalaya, Dina Yusida, menegaskan bahwa pihaknya selalu berupaya mengakomodir berbagai usulan yang diajukan oleh para guru demi meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah.

Hal tersebut disampaikan Dina saat memberikan penjelasan terkait berbagai program dan kebijakan yang diterapkan di sekolah yang dipimpinnya, Selasa (10/03/2026).

Menurut Dina, setiap program yang diajukan para guru pada dasarnya mendapat perhatian dari pihak sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun demikian, ia menjelaskan bahwa tidak semua program dapat langsung diakomodir secara keseluruhan karena harus menyesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, serta kemampuan sekolah.

“Semua program guru pasti diakomodir. Namun memang tidak semuanya bisa langsung dilaksanakan secara bersamaan, karena harus disesuaikan dengan prioritas dan kondisi sekolah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dina juga menyinggung mengenai karakter kepemimpinannya yang dikenal tegas.

Ia mengakui bahwa gaya komunikasi yang terkadang bernada tinggi merupakan bagian dari karakter pribadinya yang terbawa dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin.

“Watak atau nada tinggi itu memang merupakan karakter bawaan saya. Namun semua itu semata-mata untuk menjaga kedisiplinan dan memastikan semua program berjalan dengan baik,” jelasnya.

Terkait isu mengenai program Adiwiyata di lingkungan sekolah, Dina menegaskan bahwa tidak pernah ada kebijakan untuk menebang pohon secara sembarangan.

Ia menjelaskan bahwa langkah yang dilakukan hanyalah merapikan beberapa pohon demi menjaga keamanan dan kerapihan lingkungan sekolah.

“Program Adiwiyata tetap berjalan. Pohon-pohon bukan ditebang, tapi dirapikan saja. Lingkungan sekolah juga tidak menjadi gundul seperti yang mungkin dipersepsikan sebagian orang,” katanya.

Selain itu, Dina juga menjelaskan mengenai program rumah tahfidz di sekolah. Menurutnya, pihak sekolah tetap mendukung program pembinaan hafalan Al-Qur’an bagi siswa.

Namun pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk terkait perizinan dari Kementerian Agama.

“Saya menanyakan langsung kepada guru agama mengenai rumah tahfidz, karena berkaitan dengan izin dari Kemenag. Polanya kemudian kita benahi agar berjalan sesuai aturan,” ungkap Dina.

Ia menambahkan bahwa dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan, guru agama juga didorong untuk mengikuti uji sertifikasi tahfiz quran serta kegiatan wisuda akbar tahfidz sebagai bentuk penguatan kompetensi.

Dalam kegiatan keagamaan lainnya, Dina memastikan bahwa program pembiasaan salat duha masih terus dilaksanakan di mesjid lingkungan sekolah.

Dan untuk kegiatan membaca Al-Qur’an juga tetap dilaksanakan dibimbing oleh wali kelas di masing-masing ruang kelas sebelum kegiatan belajar dimulai.

“Salat duha masih berjalan dan kegiatan membaca Al-Qur’an juga tetap dilakukan dengan bimbingan wali kelas di ruang kelas,” katanya.

Bahkan, menurut Dina, program tahfidz juga pernah dilaksanakan melalui kegiatan “Supercamp” yang digelar bersama sekolah lain dengan tujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam menghafal Al-Qur’an.

Di sisi lain, Dina menuturkan bahwa setiap awal tahun ajaran baru dirinya selalu mengundang para orang tua siswa untuk berkumpul di sekolah.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyampaikan berbagai program sekolah sekaligus memperkuat komunikasi antara pihak sekolah dan wali murid

“Biasanya saat tahun ajaran baru saya mengumpulkan orang tua siswa agar mereka mengetahui dan memahami program-program sekolah,” ujarnya.

Sebagai seorang pemimpin, Dina juga berusaha memberikan contoh langsung kepada seluruh guru dan staf, terutama dalam hal kedisiplinan.

Ia mengaku selalu berusaha datang lebih pagi ke sekolah agar dapat menjadi teladan bagi seluruh warga sekolah.

“Saya selalu datang pagi ke sekolah karena ingin memberi contoh kedisiplinan. Dalam bekerja juga saya ingin semuanya dilakukan pengadministrasian dengan rapi dan teratur,” tuturnya.

Loading

Penulis : Soni

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda
600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?
Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat
Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih
Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU
Paguyuban Online Bersatu Geruduk DPRD: Desak Evaluasi Aturan Transportasi Maxim
Wujudkan Wilayah Bebas TB dan Kanker Serviks, Puskesmas Cibeureum Perkuat Kolaborasi
Parah! Koperasi di Bartim Diduga Catut Nama Dinas, Gelapkan Rp13 Juta hingga Menunggak Pajak Rp3,3 M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:20 WIB

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda

Selasa, 15 September 2026 - 16:11 WIB

600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?

Selasa, 15 September 2026 - 16:01 WIB

Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 15 September 2026 - 13:49 WIB

Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih

Selasa, 15 September 2026 - 13:34 WIB

Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU

Berita Terbaru