Kemana Kepala Dinkes dan Tim Ad Hoc? Audiensi Kasus Klinik Alifa Berkahir Deadlock

Sabtu, 9 Desember 2023 - 05:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP : Kasus dugaan malpraktik Klinik Alifa di Kota Tasikmalaya yang mengakibatkan seorang bayi meninggal masih terus bergulir.

Pihak keluarga melalui penasehat hukumnya melakukan Audiensi ke DPRD Kota Tasikmalaya dalam rangka mencari keadilan.

Namun sayang Audiens yang di agendakan pada Jum’at (08/12/2023) harus berakhir Deadlock, karena Kepala Dinas Kesehatan dan Tim Ad Hoc tidak menghadiri audiens tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini audiensi kita gagal dilakukan karena kepala Dinas Kesehatan tidak mau hadir, kemudian juga Tim Ad hoc tidak hadir,” tutur Dr Taufik Rahman S.H selaku penasehat hukum pasien.

Disinggung dengan kinerja Team Ad Hoc dihitung sudah mencapai batas waktu kerja dari pembentukan tanggal 22 November 2023, tapi belum ada laporan.

“Keterangan yang kita dengar tadi dari dinas Tim Ad Hoc dibentuk sejak tanggal 22 November 2023, artinya hari ini sudah berakhir tugasnya dan harus menyampaikan hasilnya, kalau tidak disampaikan berarti dianggap proses hukum di Polres sudah bisa berjalan,” ujar Taufik.

Menurutnya, ketentuan terkait dengan membuka rekam medik itu harus ada izin pasien atau kepentingan hukum, sementara pihak korban tidak dapat isi rekam medik.

Namun terang Taufik, terlihat sendiri rek medik ini sudah dijejer, sudah dibagikan ke pihak lain. Sementara pihak korban tidak pernah mengizinkan membuka isi rekam medik.

“Ini berarti membuka rahasia jabatan, masuk dalam kategori tindak pidana, nah kami akan melaporkan ini, dan untuk tim Ad Hoc sendiri kami tinggal menunggu keputusan saja, apa hasilnya,” ungkapnya.

Untuk jadwal ulang audiens di hari Rabu depan, Taufik menyebut pihak korban menolak dan sebagai penasehat hukum, dirinya meminta untuk DPRD membentuk Panitia Khusus (PANSUS).

“Keputusan kami meminta pansus kepada DPRD, karena sudah tidak ada di tingkat baik dari dinas kesehatan kami sudah 10 hari berkirim surat tidak pernah dijawab,” kata Taufik.

“Begitupun hari ini juga Dinas Kesehatan tidak hadir untuk memenuhi undangan, padahal menurut keterangan dari pimpinan sidang, surat itu sudah diterima.

Taufik sendiri menyampaikan pesan kepada kepala dinas kesehatan. “Jangan jadi pengecut kalau tidak sanggup mundur saja, ini urusan nyawa, urusan rakyat, harus berani tampil di depan,” tandasnya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Suslia

Berita Terkait

Diduga Selingkuh dan Coba Suap Wartawan, Kepala SPPG Dramaga Babakan Berdalih ‘Friendly’
Berkedok Kedai Jamu, Bisnis Miras Bebas Beroperasi Diduga Akibat Main Mata dengan Oknum Forkopimcam
Kisah Amin Tukang Gali Kubur: Dapat Bantuan Material Bedah Rumah dari Swadaya Desa Ciadeg
BPR Malangbong Garut Optimistis Capai Target Lewat Semangat Kebersamaan
Bupati Cecep Dorong Digitalisasi PAD, SKPD Diminta Bongkar Potensi Retribusi
Gelar Aksi TasikUsik, KH Aminudin Bustomi Suarakan 5 Tuntutan Terkait Insiden Ponpes Sukoharjo
Aksi Bela Ponpes Hamalatul Qur’an Putri, Jangan Biarkan Marwah Pesantren Diinjak Atas Nama Penegakan Hukum 
Luruskan Isu Akses Jalan, Ini Klarifikasi Komite SMAN 11 Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 21:43 WIB

Diduga Selingkuh dan Coba Suap Wartawan, Kepala SPPG Dramaga Babakan Berdalih ‘Friendly’

Jumat, 6 November 2026 - 17:48 WIB

Berkedok Kedai Jamu, Bisnis Miras Bebas Beroperasi Diduga Akibat Main Mata dengan Oknum Forkopimcam

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kisah Amin Tukang Gali Kubur: Dapat Bantuan Material Bedah Rumah dari Swadaya Desa Ciadeg

Jumat, 6 November 2026 - 16:26 WIB

BPR Malangbong Garut Optimistis Capai Target Lewat Semangat Kebersamaan

Jumat, 6 November 2026 - 16:20 WIB

Bupati Cecep Dorong Digitalisasi PAD, SKPD Diminta Bongkar Potensi Retribusi

Berita Terbaru