Ada Apa? RS Permata Bunda Diadukan ke Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya

Senin, 11 Desember 2023 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Dugaan tindakan pembiaran terhadap seorang pasien selama 17 jam oleh Rumah Sakit (RS) swasta Permata Bunda menjadi sorotan publik. Pasalnya, tindakan tersebut dinilai melanggar kode etik seorang dokter.

Menyikapi itu, Gerakan Satria Bersarung mengadakan audiens di kantor Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Komplek Perkantoran Jl. Ir H Djuanda Kota Tasikmalaya, Senin (11/12/2023).

Audiens dipimpin langsung Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr. Uus Supangat dan dihadiri pihak Rumah Sakit Permata Bunda beserta Polresta serta tamu undangan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Azian Fahmi Nurdin perwakilan Satria Bersarung menyoalkan dugaan pembiaran terhadap pasien dari ASN inisial “W” yang sempat di rawat selama 17 jam di rumah sakit Permata Bunda dan tidak ada tindakan dari pihak dokter spesialis.

“Tidak hanya itu, hal lain pun menjadi soal termasuk sikap tutur kata dari seorang dokter di rumah sakit mencederai perasaan keluarga pihak pasien, juga adanya Doble pembayaran antara BPJS dengan Umum,” jelas Azian.

Setelah melalui tahapan penyampaian dan pemaparan yang cukup jelas dan dimengerti oleh kedua belah pihak, disimpulkan adanya miskomunikasi.

Akhirnya, antara pihak rumah sakit dengan keluarga pasien juga pihak satria Bersarung melakukan islah.

Adapun diduga adanya pelanggaran kode etik oleh salah satu oknum dokter, pihak Rumah sakit Permata Bunda akan memberikan teguran terhadap orang tersebut.

dr Rini selaku Direktur Rumah Sakit Permata Bunda menyebut, tahap awal pihaknya akan melakukan pembinaan lisan.

“Nanti kalau sudah tidak perubahan biasanya surat peringatan peringatan 1 sampai 3. Ada tahapan memang yang diatur oleh peraturan di internal rumah sakit,” terang dr Rini.

Ditempat sama, Kepala Dinas Kesehatan dr Uus Supangat berharap, tidak terulang lagi hal hal seperti ini, yang mengakibatkan masyarakat gagal faham.

“Ya, terkait dengan regulasi pembayaran dengan BPJS dan lainnya. Oleh karena itu merasa perlu jika adanya edukasi kepada masyarakat,” pungkas dr Uus.

Loading

Penulis : Suslia

Berita Terkait

Bhabinkamtibmas Kuala Cenaku Dorong Warga Budidayakan Timun, Perkuat Ketahanan Pangan
Warmindo Naik Kelas Jadi Ruang Musyawarah, Warga Bojongbata Bongkar Persoalan Kabel dan LPMK
Kecewa Janji Rp650 Juta Tak Terealisasi, Pemilik Lahan Tutup Akses Jalan SMAN 11 Kota Tasikmalaya
Bupati Tasikmalaya Dorong Optimalisasi PAD Berbasis Digital, Integrasi Data Jadi Kunci Peningkatan Pendapatan Daerah
Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, Dua Napiter Lapas Kendal Ucapkan Ikrar Setia NKRI
Alamat PKBM Bandar Yaman Dipersoalkan, Data Dapodik dan Pengelolaan BOSP Jadi Sorotan
Residivis Penggelapan Motor Kembali Beraksi, Polsek Candipuro Tangkap Pelaku di Lampung Timur
Modus Mobil Modifikasi, Polres Lamsel Gagalkan Penyelundupan 40,26 Kg Sabu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:44 WIB

Bhabinkamtibmas Kuala Cenaku Dorong Warga Budidayakan Timun, Perkuat Ketahanan Pangan

Kamis, 5 November 2026 - 18:14 WIB

Warmindo Naik Kelas Jadi Ruang Musyawarah, Warga Bojongbata Bongkar Persoalan Kabel dan LPMK

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Kecewa Janji Rp650 Juta Tak Terealisasi, Pemilik Lahan Tutup Akses Jalan SMAN 11 Kota Tasikmalaya

Kamis, 5 November 2026 - 15:17 WIB

Bupati Tasikmalaya Dorong Optimalisasi PAD Berbasis Digital, Integrasi Data Jadi Kunci Peningkatan Pendapatan Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 12:44 WIB

Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, Dua Napiter Lapas Kendal Ucapkan Ikrar Setia NKRI

Berita Terbaru