Kaum Hawa di Bantarsari Antusias Ikuti Pelatihan Tata Rias Pengantin dan Tata Boga

Senin, 20 Oktober 2025 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Kegiatan Program Pembinaan Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) kembali digelar di Lokasi Khusus (Lokhus) P2WKSS Kampung Lengo RT 04 / RW 10, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.

Pelatihan kali ini difokuskan pada bidang Tata Rias Pengantin dan Tata Boga yang dipandu langsung oleh pembimbing ahli di bidangnya. Para peserta tampak sangat antusias mengikuti jalannya kegiatan dari awal hingga akhir, Senin (20/10/2025).

H. Lusi Rosdianti, S.Pd., M.Pd., selaku Kabid DPPKBP3A Kota Tasikmalaya, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu bersinergi dengan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya.

“Alhamdulillah setiap tahun kami selalu mendapatkan dukungan dari Dinas Pendidikan,” ungkap Lusi.

Untuk tahun ini, pihaknya mengadakan pelatihan tata boga dan tata rias pengantin agar para perempuan binaan memiliki keterampilan yang bisa meningkatkan kemandirian ekonomi mereka.

“Harapannya, para ibu di lokasi P2WKSS bisa berdaya dan tidak bergantung sepenuhnya pada suami,” ujarnya.

Ditambahkannya, kegiatan ini melibatkan mahasiswa Jurusan Pendidikan Masyarakat Universitas Siliwangi (Unsil) sebagai bentuk pembelajaran lapangan agar mereka dapat mengimplementasikan teori yang dipelajari di kampus dengan kondisi nyata di masyarakat.

“Kami ingin para mahasiswa melihat langsung realitas sosial dan berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat. Semoga perempuan-perempuan di lokasi P2WKSS bisa berdaya dan tidak mau diperdaya,” tambahnya.

Sementara itu, Heti Hermawati, pembimbing Tata Rias Pengantin dari LKP Bina Karya, menjelaskan materi pelatihan kali ini berfokus pada Tata Rias Pengantin Sunda Siger Tradisional Modifikasi, dengan komposisi 70% pakem dan 30% modifikasi.

Heti menyebut, dalam tata rias pengantin, waktu ideal untuk ujian biasanya 45 menit untuk make up, 45 menit untuk sanggul, dan 45 menit untuk busana. Namun, itu tergantung dari kecepatan tangan dan jam terbang peserta. Untuk tahap awal ini, pelatihan masih dasar.

“Jadi perlu berkelanjutan agar peserta benar-benar kompeten di dunia tata rias pengantin,” jelasnya.

Ia berharap para peserta bisa mengembangkan bakat dan menjadi lebih mandiri secara ekonomi.

Sedangkan Dewi Saptia Ningsih, instruktur Tata Boga dari Dinas Pendidikan, menyampaikan bahwa materi pelatihan yang diberikan kali ini adalah pembuatan dadar gulung isi cokelat sebagai salah satu jenis jajanan pasar.

“Pelatihan tata boga ini direncanakan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu. Hari ini baru satu materi yang disampaikan, durasinya sekitar satu jam per sesi,” katanya.

Pihaknya juga memberikan materi tambahan seperti cara menghitung HPP, menentukan harga jual, menjaga sanitasi, dan penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

“Harapannya, para ibu bisa mempraktikkan langsung dan menjadikannya tambahan penghasilan di rumah,” ungkapnya.

Sementara itu, Azzahra Yola Nuri Safa Nazhara Imanez Safa Diesta, mahasiswa Unsil jurusan Pendidikan Masyarakat, turut memberikan kesan positif terhadap kegiatan ini.

“Hari ini kami ikut mendampingi pelatihan tata rias pengantin dan tata boga. Alhamdulillah, semua berjalan lancar, ibu-ibu peserta sangat antusias,” ucapnya.

Untuk kegiatan selanjutnya, Azzahra berencana mengadakan pelatihan mengolah bonggol pisang serta kegiatan kreativitas anak yang melibatkan kolaborasi antara anak dan orang tua.

“Para mahasiswa juga berencana berkolaborasi dengan Poltekkes Tasikmalaya dalam program SKENA (Sadar Kesehatan Nutrisi dan Asupan), yang akan mengundang Kabid P3A, Camat, Lurah, dan pihak Poltekkes sebagai narasumber utama,” pungkasnya.

Kegiatan P2WKSS di Bantarsari ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga menumbuhkan semangat kemandirian dan pemberdayaan ekonomi perempuan agar mampu berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan lingkungan sekitar.

Loading

Penulis : Gobreg

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Wujud Sedekah Jariyah, Keluarga Almarhum Azis Riyono Wakafkan Al-Qur’an di Tiga Masjid
Selamatkan Sungai Kuantan, Polsek Cerenti Tertibkan 48 Rakit Tambang Emas Ilegal
Bupati Jeneponto Hadiri Upgrading dan Silaturahim Muballigh Yayasan Dewan Dakwah Turatea Indonesia
Kades Wuran Geram, PT Mulia Pilar Nusantara Diduga Bebaskan Lahan Tanpa Sosialisasi 
Tagih Janji Dedi Mulyadi, Akses Jalan SMAN 11 Tasikmalaya Masih “Slogan”, Apakah Menguap di Dinas Terkait?
Kader TPK Bungursari dan Sub Pos KB Harapkan Pencairan Insentif Lancar untuk BPJS
Pertamina dan Hiswana Migas Mangkir, Aliansi Lingkungan Desak DPRD Tasikmalaya Jadwal Ulang Audiensi SPBU
Keroyok Penjaga Pintu Perlintasan KA di Garut, 4 Pelaku Ditangkap Polisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:06 WIB

Wujud Sedekah Jariyah, Keluarga Almarhum Azis Riyono Wakafkan Al-Qur’an di Tiga Masjid

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:31 WIB

Selamatkan Sungai Kuantan, Polsek Cerenti Tertibkan 48 Rakit Tambang Emas Ilegal

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:30 WIB

Bupati Jeneponto Hadiri Upgrading dan Silaturahim Muballigh Yayasan Dewan Dakwah Turatea Indonesia

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:04 WIB

Kades Wuran Geram, PT Mulia Pilar Nusantara Diduga Bebaskan Lahan Tanpa Sosialisasi 

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:11 WIB

Tagih Janji Dedi Mulyadi, Akses Jalan SMAN 11 Tasikmalaya Masih “Slogan”, Apakah Menguap di Dinas Terkait?

Berita Terbaru