Tasikmalaya, MNP – Pembinaan Peserta Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) RW 010 berlangsung di GOR Kelurahan Bantarsari Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya, Kamis ((26/06/2025).
Sebanyak 100 perempuan mengikuti kegiatan tersebut yang merupakan rangkaian lanjutan dari pembukaan program P2WKSS yang telah digelar sebelumnya dengan tujuan meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan masyarakat.
Lurah Bantarsari, Yanuar Yoan Nugraha, menyampaikan bahwa pembinaan ini tidak hanya bersifat formalitas, namun menjadi langkah nyata dalam memperkuat kapasitas perempuan di lingkungan RW 010.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Program ini strategis, bukan hanya sekadar seremoni. Kita ingin para ibu-ibu, para kader, mendapatkan ilmu, wawasan, serta keterampilan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera,” ujarnya.
Dalam acara Turut hadir sejumlah tokoh dan instansi terkait, di antaranya anggota DPRD, Camat Bungursari, Ketua TP PKK Kecamatan Bungursari, Koordinator PLKB, Fasilitator Sekoper Jawa Barat, Ketua PUSPAGA Kota Tasikmalaya, para motivator ketahanan keluarga (Motekar), serta perwakilan dari OPD lainnya.
Camat Bungursari, Sodik Sunandi, mengapresiasi penunjukan Kelurahan Bantarsari sebagai lokus P2WKSS tahun 2025. Menurutnya, program ini dapat menjadi solusi strategis dalam mengatasi persoalan sosial di masyarakat.
“Dengan adanya P2WKSS, OPD bisa masuk dan memberikan pembinaan dari berbagai sektor — pendidikan, kesehatan, pertanian, bahkan stunting dan kemiskinan. Harapannya, Kampung Lengo yang tadinya biasa bisa menjadi luar biasa,” tuturnya.
Sementara itu, Hj. Lusi Rosdianti, S.Pd., M.Pd., selaku Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas PPKBP3A Kota Tasikmalaya, menjelaskan bahwa pembinaan kali ini ditujukan kepada 100 perempuan binaan, termasuk di dalamnya perempuan kepala keluarga (Peka).
“Kita perlu memahami bahwa perempuan kepala keluarga tidak selalu janda. Banyak perempuan yang secara nyata menjadi tulang punggung keluarga meskipun masih berstatus istri. Maka mereka perlu dibekali keterampilan dan keahlian agar bisa survive dan mandiri,” katanya.
Lebih lanjut Hj. Lusi Rosdianti berpesan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, mengingat tidak semua perempuan mendapatkan kesempatan seperti ini.
“Jangan hanya ikut-ikutan. Ini peluang emas. Saya ingin mereka menjadi perempuan yang kuat, tangguh, berdaya, dan tidak diperdaya. Jika perempuan berdaya, maka dia bisa berdampak positif tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga keluarga dan masyarakat,” tegasnya.
![]()
Penulis : Hendrik
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan