Kadinkes Jeneponto Paparkan Kebijakan Pelayanan Kesehatan Haji dalam Manasik Haji 2025

Rabu, 16 April 2025 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jeneponto, MNP – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Jeneponto, Hj. Syusanti A. Mansyur, SKM., M.Kes., memberikan pemaparan komprehensif mengenai kebijakan pelayanan kesehatan jemaah haji.

Hal itu dikatakannya dalam kegiatan Manasik Haji tingkat Kabupaten Jeneponto Tahun 2025, yang dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Bupati Jeneponto, Rabu, 16 April 2025.

Sembari menunggu pembukaan resmi Manasik Haji yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Jeneponto, waktu ini dimanfaatkan oleh Kadis Kesehatan untuk memberikan pengarahan dan pemaparan mengenai kebijakan pelayanan kesehatan haji.

Dalam penyampaiannya, Hj. Syusanti menekankan pentingnya pemenuhan istithaah kesehatan sebagai salah satu syarat wajib dalam pelaksanaan ibadah haji. Regulasi terkait, seperti Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah serta Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji, menjadi dasar pelaksanaan kebijakan ini.

“Istithaah kesehatan adalah bentuk perlindungan bagi jemaah agar mereka mampu melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan aman dan sehat,” ujarnya.

Ia juga memaparkan berbagai strategi, mulai dari pemeriksaan medis menyeluruh, pembinaan kesehatan selama masa tunggu, hingga penyiapan fisik dan mental jemaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Ditekankan pula pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit-penyakit yang kerap menyerang jemaah seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.

Selain edukasi kesehatan, Hj. Syusanti turut mengingatkan peran penting kolaborasi lintas sektor, termasuk keluarga dan pembimbing ibadah dalam mendampingi jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.

“Menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah. Semoga seluruh jemaah haji asal Jeneponto diberikan kekuatan, kesehatan, dan kemudahan dalam menunaikan ibadah di Tanah Suci,” tutupnya.

Loading

Penulis : Mahmud Sewang

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bukti Nyata Wakil Rakyat Hadir, Anggota DPR-RI Rizal Bawazier Desak RUU Perkoperasian
Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa
Bupati Franc Bernhard Tumanggor Dukung Penuh Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Pakpak Bharat
Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H
Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026
PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup
MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan
Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:01 WIB

Bukti Nyata Wakil Rakyat Hadir, Anggota DPR-RI Rizal Bawazier Desak RUU Perkoperasian

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:41 WIB

Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:23 WIB

Bupati Franc Bernhard Tumanggor Dukung Penuh Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Pakpak Bharat

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:09 WIB

Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:36 WIB

Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026

Berita Terbaru

Ket foto : Instalasi Air Minum Milik Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, di Kp Geledug-Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang. (Photo : Jeffry Sukapura/Tim)

Berita terbaru

Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa

Sabtu, 20 Jun 2026 - 10:41 WIB