Jelang Idul Adha Permintaan Arang Kayu Meningkat

Kamis, 5 Juni 2025 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang, MNP – Menjelang Idul Adha 1446 Hijriah, biasanya permintaan arang kayu selalu meningkat signifikan. Pasalnya, bukan rahasia umum lagi, masyarakat tidak melewatkan momen membuat sate dari daging kurban.

Seperti halnya Tasripin atau biasa di panggil Ipin, lelaki tua berusia 65 tahun ini, merupakan warga Kampung Mengoneng, Kelurahan Bojongbata, Pemalang Kota, sudah lama menggeluti usaha membuat arang kayu.

Menjelang datangnya hari raya Idul Adha permintaan arang kayu meningkat, Tasripin bersyukur produksi arang kayunya mengalami peningkatan pemesanan.

“Harga jualnya per 50 kilogram seharga Rp.150 ribu dan menjelang datangnya Hari raya Idul Adha/ Idul Qurban pesanan arang kayu meningkat,” ucapnya.

Ipin menyebut, untuk bahan kayu, dirinya tidak membeli, tapi mencari bekas tebangan pohon yang sudah tidak dipakai oleh pemiliknya,

“Makanya saya tidak membuat arang dari batok kepala karena bahannya mesti beli, sementara untuk arang kayu bahannya diberi atau mencari gratis,” tutur Ipin sambil tersenyum, Kamis (05/06/2025).

Meskipun sekelas industri rumahan saja tidak, akan tetapi dari ketelatenannya membuat usaha pembuatan arang ini, bagi dirinya bisa menghidupi kebutuhannya, meski hidup dalam kesederhanaan.

Lelaki yang dikenal di kampungnya sebagai orang yang tidak bisa diam ini, karena bekerja serabutan, di samping profesi utamanya sebagai pembuat arang.

Bapak dengan 6 orang anak ini sudah lama menggeluti usaha pembuatan arang.

Ipin sengaja memilih bahan kayu keras, antara lain, kayu pohon mangga, jambu, nangka, pete, dan sebagainya. Namun kayu mangga adalah bahan yang sering digunakan untuk pembuatan arang.

“Untuk sekali pembakaran kayu mangga, bisa menghasilkan 2 sampai 3 kuintal arang, dengan waktu pembakaran 2 hari 2 malam.

Yanto (45) penjual ayam bakar langganan arang kayu buatan Tasripin mengatakan, untuk pembelian arang bakar buat warung ayam bakarnya, dia memesan 3-4 hari sekali.

“Arang kayunya bagus, tidak cepat habis alias awet bara apinya maksimal panasnya,sehingga bagus buat Bakaran ayam dagangan saya,” tutupnya.

Sebagai informasi, arang merupakan residu hitam berisi karbondioksida murni yang dihasilkan dengan menghilangkan kandungan air dan komponen volatil dari hewan atau tumbuhan.

Untuk jenis arang kayu pada umumnya didapatkan dengan memanaskan kayu hingga kering atau gosong.

Ada berbagai macam jenis arang, akan tetapi pada prinsipnya di proses melalui pemanasan, seperti arang batu, briket arang, arang serbuk gergaji, arang tempurung kelapa, arang dedaunan, dan lainnya.

Arang yang hitam, ringan, mudah hancur, dan meyerupai batu bara ini terdiri dari 85% sampai 98% karbon, sisanya adalah abu atau benda kimia lainnya.

Untuk jenis arang kayu terbuat dari bahan dasar kayu. Arang ini paling banyak digunakan untuk keperluan memasak.

Secara umum, aneka jenis arang selain untuk memasak, digunakan sebagai penjernih air, penggunaan dalam bidang kesehatan, media seni lukis, dan masih banyak lagi.

Bahan arang kayu yang digunakan untuk pembuatan arang dipilih kayu yang sehat dan padat, tidak membusuk atau lapuk.

Kebutuhan akan arang kayu di jaman sekarang masih tetap dibutuhkan, walaupun sudah tidak sebanyak dulu.

Yang mana arang pernah digunakan oleh dunia untuk sumber energi bahan bakar kereta (peralatan transportasi), alat rumah tangga seperti setlika, dan sebagainya.

Saat ini arang lebih khusus untuk kebutuhan memasak, terutama bagi warung-warung makan. Di beberapa bagian justru permintaan arang di pasaran meningkat, seiring bertambahnya pedagang makanan.

Yang khas dari budaya di Indonesia adalah kuliner “Sate”. Sate adalah makanan berbahan daging yang cara memasaknya dengan dibakar memakai arang. Selain kuliner lainnya seperti pada warung-warung angkringan untuk memasak air pada teko besar.

Untuk produksi arang sendiri, saat ini tidak terlalu banyak pengrajin arang dalam kawasan sentra, namun masih tetap saja ada pengrajinnya hampir di seluruh wilayah Indonesia, meski hanya sedikit.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Sampaikan 5 Tuntutan ke DPN Indonesia, GRAK Desak Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Berkat Kesigapan Polisi, Maryani Jadi Remaja Terakhir Ditemukan Selamat
Keren! Warga Kp. Cikiara Tasikmalaya Bikin Gapura dari 1.500 Galon Bekas
Wujudkan Lansia Aktif dan Mandiri, Pemkot Tasikmalaya Buka Ceramah Umum Sekolah Lansia
Bahas Pengelolaan Aset, Komisi II DPRD Jeneponto Konsultasi ke BKAD Sulsel
Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya Ajak Masyarakat Bersinergi Berantas Koperasi Liar
Memasuki Musim Kemarau, Camat Paku Paskahariadi Imbau Masyarakat Cegah Karhutla
Pelantikan MWC NU se-Jeneponto, Bupati Dorong Sinergi Organisasi Keagamaan dan Pemda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:31 WIB

Sampaikan 5 Tuntutan ke DPN Indonesia, GRAK Desak Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:19 WIB

Berkat Kesigapan Polisi, Maryani Jadi Remaja Terakhir Ditemukan Selamat

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:56 WIB

Keren! Warga Kp. Cikiara Tasikmalaya Bikin Gapura dari 1.500 Galon Bekas

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:44 WIB

Wujudkan Lansia Aktif dan Mandiri, Pemkot Tasikmalaya Buka Ceramah Umum Sekolah Lansia

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:06 WIB

Bahas Pengelolaan Aset, Komisi II DPRD Jeneponto Konsultasi ke BKAD Sulsel

Berita Terbaru