Hitamnya Arang Jadi Cuan Buat Tasripin Jelang Lebaran Iduladha

Senin, 18 Mei 2026 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, MNP – Menjelang Hari Raya Idul Adha, permintaan arang kayu di wilayah Pemalang mengalami peningkatan signifikan.

Salah satu perajin arang kayu, Tasripin (65), warga Kampung Mengoneng, Kelurahan Bojongbata, kabupaten Pemalang  mengaku kebanjiran pesanan dalam beberapa pekan terakhir.

Tasripin, yang akrab disapa Ipin, telah puluhan tahun menekuni usaha pembuatan arang kayu secara tradisional di belakang rumahnya.

Meskipun berskala kecil dan tidak termasuk industri rumahan formal, usaha ini menjadi tumpuan hidupnya bersama enam orang anaknya.

“Menjelang Idul Adha ini pesanan meningkat. Sekali pembakaran kayu bisa menghasilkan 2 hingga 3 kuintal arang. Biasanya saya jual Rp120 ribu per karung besar isi 20 kilogram,” ujar Tasripin saat ditemui di lokasi pembakaran arang, Senin (18/5).

Arang kayu yang dihasilkan Tasripin terbuat dari kayu-kayu keras seperti mangga, jambu, nangka, dan pete.

Namun, kayu mangga menjadi pilihan utama karena ketersediaannya dan kualitas arang yang dihasilkan.

Menariknya, Tasripin tidak membeli bahan baku, melainkan memanfaatkan kayu bekas tebangan yang diberikan secara cuma-cuma oleh pemilik pohon.

“Saya tidak pakai batok kelapa karena harus beli. Kalau kayu, biasanya saya dapat gratis dari orang yang nebang pohon,” katanya sambil tersenyum.

Meningkatnya kebutuhan arang menjelang hari raya diyakini berkaitan erat dengan meningkatnya aktivitas memasak, khususnya untuk kuliner berbasis bakaran seperti sate dan ayam bakar.

Yanto (45), salah satu pelanggan setia arang kayu buatan Tasripin, mengaku selalu memesan setiap 3 hingga 4 hari sekali untuk warung ayam bakarnya.

“Arangnya bagus, bara apinya awet dan panasnya merata. Cocok banget buat membakar ayam,” ungkap Yanto.

Meskipun jumlah perajin arang di Pemalang kian berkurang, permintaan yang stabil hingga meningkat pada momen-momen tertentu membuktikan bahwa arang kayu masih memiliki tempat di pasar lokal, terutama bagi pelaku usaha kuliner tradisional.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Komite SMAN 3 Kota Tasikmalaya Ajak Orang Tua Diperkuat Pengawasan
DPRD Bartim Cek Lokasi Karhutla Hayaping: Klaim 11 Hektare Dipertanyakan, Hasil Pantauan Sekitar 1 Hektare
Dampak Koalisi Gemuk, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Enggan Dukung Petisi 26
Polsek Malangbong Serahkan Tersangka Kasus Curas ke Polres Tangerang
Menolak Lupa G30S: Belajar Sejarah Secara Utuh untuk Menjaga Persatuan Bangsa
Tinggal di Gubuk Reyot Dekat Pusat Pemerintahan, Kasus Siti Nuraenun Jadi Cermin Evaluasi Data Bansos
TBBR Ultimatum Polres Bartim: Bebaskan Dua Peladang Hayaping, Buka Sumber Data 11 Hektare
Saat Air Datang, Harapan Kembali Mengalir: TNI Salurkan Air Bersih untuk 450 Warga Sukarame

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 18:02 WIB

Komite SMAN 3 Kota Tasikmalaya Ajak Orang Tua Diperkuat Pengawasan

Rabu, 30 September 2026 - 17:51 WIB

DPRD Bartim Cek Lokasi Karhutla Hayaping: Klaim 11 Hektare Dipertanyakan, Hasil Pantauan Sekitar 1 Hektare

Rabu, 30 September 2026 - 13:00 WIB

Dampak Koalisi Gemuk, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Enggan Dukung Petisi 26

Rabu, 30 September 2026 - 10:40 WIB

Polsek Malangbong Serahkan Tersangka Kasus Curas ke Polres Tangerang

Rabu, 30 September 2026 - 10:33 WIB

Menolak Lupa G30S: Belajar Sejarah Secara Utuh untuk Menjaga Persatuan Bangsa

Berita Terbaru

Berita terbaru

Komite SMAN 3 Kota Tasikmalaya Ajak Orang Tua Diperkuat Pengawasan

Rabu, 30 Sep 2026 - 18:02 WIB

Berita terbaru

Polsek Malangbong Serahkan Tersangka Kasus Curas ke Polres Tangerang

Rabu, 30 Sep 2026 - 10:40 WIB