PAKPAK BHARAT, MNP – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pakpak Bharat menghambat upaya pencarian terhadap dua korban kecelakaan lalu lintas tunggal.
Sebuah mobil Toyota Kijang Innova dilaporkan tergelincir masuk ke jurang dan hanyut di aliran Sungai Lae Kombih, Dusun Bulu Didi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan STU Jehe, Rabu pagi (01/04/2026).
Tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Pakpak Bharat, Polsek Sukaramai, Basarnas Provinsi, BPBD Pakpak Bharat, serta masyarakat setempat terus berupaya melakukan penyisiran meski terkendala kondisi alam yang tidak bersahabat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Pakpak Bharat, AKBP Muhammad Agustiawan, S.T., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas AKP Amron Simanullang, S.H., mengonfirmasi bahwa terdapat dua orang korban dalam insiden tersebut yang merupakan pasangan suami istri.
Kedua korban diidentifikasi sebagai Rudi Simanjuntak (40), seorang petani yang berdomisili di Desa Tanjung Mulia, dan istrinya, Risma Tumangger (39).
Keduanya diketahui memiliki status kependudukan di Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Aceh.
AKP Amron Simanullang menjelaskan bahwa tim di lapangan telah mengerahkan berbagai metode pencarian, mulai dari pemasangan jaring di aliran sungai hingga penggunaan teknologi kamera drone untuk memantau titik-titik sulit di sekitar TKP.
“Pencarian kita fokuskan di beberapa titik aliran Sungai Lae Kombih. Namun, cuaca hari ini sangat tidak bersahabat. Hujan turun sangat deras secara mendadak yang mengakibatkan debit air sungai naik tajam,” tegas Amron saat memberikan keterangan di lokasi.
Akibat kondisi sungai yang meluap dan arus yang membahayakan, tim terpaksa menghentikan sementara proses pencarian demi keselamatan personel.
“Saat ini seluruh anggota tim tetap stay di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik untuk segera melanjutkan penyisiran kembali,” tambahnya.
Pihak kepolisian menegaskan akan terus berupaya semaksimal mungkin hingga kedua korban berhasil ditemukan.
Lokasi kejadian yang berada di jalur lintas Sumatera (Jalinsum) dengan kontur jurang yang dalam dan aliran sungai yang deras memang menjadi tantangan berat bagi tim SAR gabungan.
“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar cuaca segera cerah sehingga upaya pencarian bisa berjalan optimal. Kami berkomitmen untuk terus mencari hingga kedua korban ditemukan,” pungkas AKP Amron Simanullang.
![]()
Penulis : Benny Solin
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan