Tasikmalaya, MNP – Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, menggelar Program Pemberdayaan Masyarakat melalui kegiatan Pelatihan Keterampilan Tata Boga.
Pelatihan ini diikuti oleh kurang lebih 60 peserta dari 10 RW, mayoritas ibu rumah tangga, dengan tujuan meningkatkan keterampilan, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat ekonomi keluarga, Selasa (09/09/2025).
Rasidin Hadi Juanda, SIP., MIP., selaku Asisten Koordinator Kota Bidang Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami bersyukur kegiatan di Kelurahan Sukajaya dapat terlaksana dengan baik. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pihak kelurahan dengan kelompok masyarakat (pokmas),” kata Rasidin.
Hal ini lanjut dia, sesuai dengan Peraturan Wali Kota Tasikmalaya Nomor 40 Tahun 2022, “bahwa dana kelurahan harus dimanfaatkan untuk pembangunan sarana prasarana dan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan pokmas,” ungkapnya.
Rasidin menambahkan bahwa kegiatan pelatihan tata boga diharapkan bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Setidaknya para ibu bisa memasak sendiri, bahkan syukur-syukur bisa berjualan sehingga menambah penghasilan keluarga. Kolaborasi dan sinergi antara kelurahan dan pokmas harus terus ditingkatkan, agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, H. Yanyan, SIP., Kasi Pemerintahan dan Trantib sekaligus pendamping Pokmas PPTK, menjelaskan bahwa pelatihan difokuskan pada pembuatan keripik singkong, ubi, dan kentang.
“Tujuan kami jelas, yakni memberdayakan ibu-ibu agar memiliki keterampilan dan bisa mengembangkan usaha kecil. Dari pelatihan ini diharapkan tercipta lapangan usaha baru yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat Sukajaya,” katanya.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari SKB Kota Tasikmalaya, Dede Tintin, S.Pd., yang memberikan materi keterampilan tata boga. Ia menuturkan bahwa antusiasme warga sangat tinggi.
Yanyan menyebut, targetnya adalah menghasilkan produk olahan seperti keripik gurih renyah dari hasil budidaya lokal, seperti singkong, kentang, dan ubi ungu.
“Harapannya, setelah pelatihan, peserta bisa mengembangkan produk UMKM dan home industry untuk memperkuat perekonomian keluarga,” jelasnya.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat, khususnya kaum ibu, karena selain menambah keterampilan, juga membuka peluang usaha baru yang bisa menopang kebutuhan rumah tangga.
![]()
Penulis : Hendrik
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan