Group Balebat asal Tasikmalaya Eksis Lestarikan Kesenian Calung 

Selasa, 26 Juli 2022 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Tasikmalaya – Calung adalah alat musik Purwarupa jenis idiofon yang terbuat dari bambu. Alat musik ini adalah musik tradisional masyarakat Sunda, yang dimainkan dengan cara  memukul bilah atau ruas (tabung bambu) yang tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la untuk masyarakat Sunda.

Alat musik ini harus dilestarikan, pasalnya alat musik modern terua bermuncula yang sewaktu waktu bisa menggerus peninggalan ‘kesenian karuhun’ khsusunya di tatar Sunda.

Seperti di Kabupaten Tasikmalaya, Suhendi asal Jl Borosole  Pamayangsari RT 27 RW 04 Kampung Sindanghurip Desa Sindangkerta Kecamatan Cipatujah.

Mereka adalah salah satu pecinta juga pemberdaya kesenian calung yang kini tetap eksis dengan mendirikan Group Calung dan qosidah Rebana dengan nama Balebat.

Group Balebat terbentuk pada tahun 90 an yang beranggotakan kurang lebih 18 orang, terdiri dari orang tua maupun kaum milenial yang sedang dilatih sebagai regenerasi, akan tetapi dengan berjalannya waktu, group ini memodifikasi alat calung tidak lagi di pegang akan tetapi didudukan.

Kepada MNP, Senin malam (25/07/2022), Bapak Suhendi sebagai Ketua Group Balebat menjelaskan, bahwa alat calung tersebut dimodifikasi seperti ini biar  suaranya lebih masuk ke sound serta lebih peraktis.

Suhendi menjelaskan, tidak hanya jadi hiburan lawakan saja, tapi group BALEBAT ini bisa mengiringi Helaran Upacara Adat sambut pengantin atau mapag panganten (Istilah bahasa Sunda nya).

“Contohnya seperti yang digelar di pernikahan Firman dan Dila yang dilaksanakab di kp Sukawargi desa Sindangkerta Kecamatan Cipatujah kabupaten Tasikmalaya,” pungkas Suhendi. (Lex)

Loading

Berita Terkait

Perkara Sidang Lingkar Dadaha: JPU Tuntut Bebas Tiga Terdakwa Penganiayaan, Dinilai Bela Orang Tua
PJU Padam 10 Hari, Warga Jalan 45 Tamiang Layang Geram: Jalan Gelap, Instansi Terkait Saling Lempar Tanggung Jawab.
Dugaan Korupsi Proyek Cetak Sawah di Enrekang: Oknum Main-main dengan Anggaran Rakyat
SD IT Pesantren Cipansor Jadi Tuan Rumah Seleksi Terpadu O2SN, Pentas PAI, dan FLS3N
Krisis Ruang Kelas dan Tenaga Pengajar, SDN Torowek Kadipaten Berharap Perhatian Pemerintah
171 Jemaah Haji Garut Siap Berangkat, Bupati Ingatkan Jaga Fisik dan Mental
Dapur MBG Sungkai Bersatu Kini Miliki IPAL, Wujud Kepedulian Terhadap Lingkungan
‎Festival Seni Budaya Sayang Heulang Angkat Pesona Garut Selatan ‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 19:01 WIB

Perkara Sidang Lingkar Dadaha: JPU Tuntut Bebas Tiga Terdakwa Penganiayaan, Dinilai Bela Orang Tua

Senin, 13 April 2026 - 18:06 WIB

PJU Padam 10 Hari, Warga Jalan 45 Tamiang Layang Geram: Jalan Gelap, Instansi Terkait Saling Lempar Tanggung Jawab.

Senin, 13 April 2026 - 15:20 WIB

Dugaan Korupsi Proyek Cetak Sawah di Enrekang: Oknum Main-main dengan Anggaran Rakyat

Senin, 13 April 2026 - 13:34 WIB

SD IT Pesantren Cipansor Jadi Tuan Rumah Seleksi Terpadu O2SN, Pentas PAI, dan FLS3N

Senin, 13 April 2026 - 11:37 WIB

Krisis Ruang Kelas dan Tenaga Pengajar, SDN Torowek Kadipaten Berharap Perhatian Pemerintah

Berita Terbaru