Gelar Karya P5, SMPN 2 Kota Tasikmalaya Usung Tema Sampah dan ‘Stop Bullying’

Jumat, 20 Desember 2024 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – SMPN 2 Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai implementasi dari Kurikulum Merdeka, Jumat (20/12/2024).

‎Radik Zulkarnaen S.Pd Ketua Pelaksana  Kegiatan mengatakan, kegiatan P5 ini hasilnya untuk menambah kreativitas siswa dengan tema berbeda dari tiap kelas.

“Untuk kelas 7 temanya adalah Hidup Asik Tanpa Sampah, sedangkan untuk kelas 8 adalah Stop Bullying,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan Gelar Karya dimulai dari hari Senin, dengan diadakan pertandingan diantaranya olahraga tradisional gerobak sodor, kemudian futsal dan yang lainnya.

“Sesuai tema, semoga dengan kegiatan ini, kami berharap anak anak SMPN 2 Kota Tasikmalaya semakin kreatif dan kekeluargaan antar siswa, rasa memiliki, rasa saling menghargai dan toleransi antar teman lebih meningkat,” ujar Radik.

Ditempat sama, Affi Endah Navilah Kepala SMPN 2 Kota Tasikmalaya menerangkan, sebelum ada istilah Gelar Karya P5, pihak sekolah sudah mencanangkan dalam rencana kerja tahunan ada yang namanya Pameran Karya.

Menurut Affi, perlu ada dorongan dan motivasi bagi siswa siswi untuk menghasilkan sebuah karya, sehingga belajar itu tidak hanya teori tapi bagaimana dari hasil belajar di aplikasikan dalam berbagai bentuk kreativitas baik seni.

“Karya apapun itu intinya, ketika ada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, tentu menjadi lebih paten lagi mensinergikan antara apa yang pernah direncanakan dan lakukan dengan apa yang sekarang di dorong oleh pemerintah dalam bentuk P5,” bebernya.

Namun terang Affi, yang tidak boleh salah paham, namanya P5 dalam gelar karya ini hanya bagian dari P5, intinya dalam P5 yang dikembangkan dan ditanamkan adalah nilai nilai karakter, jadi proses selama sekian pertemuan menanamkan karakter.

“Contohnya karakter kreatif, karakter gotong royong, karakter toleran, karakter kebhinekaan dan lain sebagainya. Nah itu kan ada dalam prosesnya,” imbuh Affi.

Dirinya menjelaskan karya itu hanya ujung, tetapi kenapa perlu di gelar? Itu karena sebagai bentuk motivasi apresiasi terhadap karya karya dari siswa.

“Contohnya sekarang Hidup Asik Tanpa Plastik tujuan utamanya bagaimana mereka menyadari mengurusi lingkungan,” tuturnya.

Affi menyebut, itu menjadi tanggung jawab sejak dini, bahwa sampah plastik kalau tidak kelola akan menjadi bahaya, “intinya nilai nilainya itu karyanya ini adalah apresiasi dari perjalanan mereka,” sebut Affi.

Selain sampah, tema Gelar Karya di SMPN 2 Kota Tasikmalaya adalah Stop Bullying!

Alasan SMPN 2 memilih tema ini karena relate dengan kondisi yang sedang trend sekarang ini, di mana sering baca di media bahwa masih terjadi bullying di sana sini.

“Kita ingin SMPN 2, ini menjadi sekolah yang aman nyaman bagi seluruh sehingga perlu di terapkan di tanamkan tentang sekolah yang bebas dari bullying,” tegas Affi.

Lantaran itu, dirinya berharap dengan adanya kegiatan ini, akan bertumbuh lagi kreativitas dari siswa, kemudian tumbuhnya kesadaran.

“Karena yang di tanamkan ini adalah kesadaran dalam diri siswa tentang bagaimana hidup ini lebih asik tanpa plastik, bagaimana menyikapi fenomena sampah terutama sampah plastik,” ujarnya.

Sementara, untuk tema kelas 8, Affi ingin tumbuh jiwa simpati, empati dan toleransi terhadap sesama teman, sehingga mereka menyadari bahwa hidup berdampingan dengan baik dan damai itu akan lebih indah.

“Selain itu diharapkan kedepannya siswa siswi lebih kreatif lagi. Terus tumbuhkan budaya budaya baik dan positif dalam diri kita,” tutup Affi.

Loading

Penulis : Hendrik

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

72 Pekan Menjaga Kebersihan, Jumat Bersih Jadi Gerakan Nyata Wujudkan Jeneponto Bahagia
Semarak HUT ke-81 RI, Kalapas Kendal Resmi Buka Pekan Olahraga Petugas dan Warga Binaan
Puluhan Siswa SDN 01 Ciherang Dramaga Diduga Keracunan, Ketua FJP2 Bogor Raya Desak Investigasi Menyeluruh
Semarak HUT ke-81 RI, Kalapas Kendal Resmi Buka Pekan Olahraga Petugas dan Warga Binaan
Pasca OTT Bupati, Kantor Dindikpora Pemalang Digeledah KPK, Kepala Dinas Siap Kooperatif
KRISIS SAMPAH ENREKANG: Armada Ditambah, Tapi Kepedulian Pemimpin Jadi Kunci
Bupati Tasikmalaya Lantik 18 Pejabat, Tegaskan Penempatan ASN Berdasarkan Sistem Merit
SAMPAH SERAPAH VIRAL! Puisi Sindir Pemkab Enrekang, Tokoh: Masalahnya Bukan Cuma Uang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:17 WIB

72 Pekan Menjaga Kebersihan, Jumat Bersih Jadi Gerakan Nyata Wujudkan Jeneponto Bahagia

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Kalapas Kendal Resmi Buka Pekan Olahraga Petugas dan Warga Binaan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Puluhan Siswa SDN 01 Ciherang Dramaga Diduga Keracunan, Ketua FJP2 Bogor Raya Desak Investigasi Menyeluruh

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Kalapas Kendal Resmi Buka Pekan Olahraga Petugas dan Warga Binaan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:12 WIB

Pasca OTT Bupati, Kantor Dindikpora Pemalang Digeledah KPK, Kepala Dinas Siap Kooperatif

Berita Terbaru