Fenomena Pergaulan Bebas LGBT, Urgensi Moral Mencoreng Marwah Kota Tasikmalaya

Selasa, 1 Juli 2025 - 23:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Kota Tasikmalaya, yang dikenal sebagai kota religius dan kental dengan nilai-nilai keislaman, kini menghadapi tantangan serius di bidang moral dan sosial.

Selain permasalahan geng motor yang sudah meresahkan masyarakat, muncul pula fenomena yang dinilai lebih krusial dan telah mencoreng kota Tasikmalaya sebagai santri.

Pasalnya, kini meningkat keberadaan kelompok gay di kalangan masyarakat yang kini semakin terbuka dan bahkan mulai dianggap sebagai hal yang normal di beberapa kalangan anak muda.

Riswara Ketua Komisariat PMII STISIP Tasikmalaya mengatakan, fenomena GAY tidak bisa dianggap remeh. Normalisasi terhadap perilaku menyimpang ini telah berdampak pada semakin beraninya kelompok LGBT, khususnya gay, menampakkan identitasnya di ruang publik.

“Banyak kita temui kelompok gay di tempat tempat tempat kopi shop dengan pede dan bangganya mereka tanpa rasa malu. Bahkan, sebagian dari mereka tidak lagi merasa memiliki masalah psikologis ataupun moral, tetapi justru merasa diterima dan didukung oleh sebagian lingkungan sosial,” kata Riswara, Selasa (01/07/2025).

Dalam menyikapi persoalan ini, pemerintah Kota Tasikmalaya khususnya wali kota Tasikmalaya harus bersikap tegas dan tidak boleh tinggal diam.

“Ini adalah persoalan moralitas generasi muda yang menjadi aset bangsa. Ketika penyimpangan dianggap lumrah, maka krisis identitas dan degradasi nilai akan semakin meluas,” tegasnya.

Riswara menyebut, kebijakan pendidikan karakter yang hari ini dilaksanakan oleh gubernur Jawa barat kang Dedi Mulyadi, yaitu pendidikan dengan sistem barak militer, menjadi langkah alternatif yang patut untuk dikaji dan diterapkan untuk mereka yang terindentifikasi kelompok LGBT di Kota Tasikmalaya.

“Pendidikan berbasis disiplin, kedisiplinan, dan nilai kebangsaan sangat penting untuk membentengi generasi muda dari pengaruh pergaulan LGBT merupakan penyimpangan perilaku yang sangat serius,” ucapnya

Menurut Riswara, pemangku kebijakan baik eksekutif, legislatif dan yudikatif harus menjadi garda terdepan dalam menjaga moral anak bangsa.

Selain itu, harus tokoh agama, tokoh masyarakat, pendidik, dan seluruh elemen harus bersinergi untuk membangun generasi yang kuat secara mental, tangguh secara moral.

“Demi mengembalikan nilai nilai kota Tasikmalaya sebagai kota religius dan kota santri agar bebas dari pergerakan kelompok LGBT,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026
PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup
MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan
Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?
Desak Penegakan Hukum, Tokoh Pendiri Barito Timur Tuntut Investigasi Tuntas Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum
Arga Hot Spring Hadirkan Wahana Fantastis, Diburu Wisatawan Lokal dan Luar Daerah
Sikap Tertutup Camat Baru Ciampea Terhadap Kiprah Jurnalis, Picu Spekulasi Miring Insan Pers 
Wabup Pakpak Bharat Hadiri Pisah Sambut Kepala Kantor BPN, Ingatkan Keunikan Sistem “Sukit Ni Talun”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:36 WIB

Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:34 WIB

PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:58 WIB

MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:45 WIB

Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:19 WIB

Desak Penegakan Hukum, Tokoh Pendiri Barito Timur Tuntut Investigasi Tuntas Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum

Berita Terbaru

Sampai Kapan Rakyat Menjadi Kelinci Percobaan Kebijakan?

Berita terbaru

MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan

Jumat, 19 Jun 2026 - 15:58 WIB