Era Kepemimpinan FBT-MO, Angka Kemiskinan di Kabupaten Pakpak Bharat Turun Drastis

Jumat, 2 Agustus 2024 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakpak Bharat, MNP –  Angka kemiskinan di Kabupaten Pakpak Bharat terus mengalami penurunan dari tahun ketahun.

Hal itu tentunya patut mendapat apresiasi publik atas Era kepemimpinan Franc Bernhard Tumanggor Mutsyuhito Solin.

Mengutip dari data kemiskinan yang diambil dari Buku “Profil Kemiskinan Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2024” pada acara Ramah -Tamah Hari Jadi Kabupaten ke-21 beberapa waktu lalu.

Buku tersebut diserahkan langsung Kepala BPS Kabupaten Pakpak Bharat, Muslikhatun, SST kepada Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor.

Dijelaskan, persentase penduduk miskin Kabupaten Pakpak Bharat pada Maret 2024 sebesar 6,87 persen, menurun 0,67 persen poin terhadap Maret 2023 dan menurun 1,79 persen poin terhadap Maret 2022.

Persentase penduduk miskin Kabupaten Pakpak Bharat ini lebih rendah dibanding persentase penduduk miskin Sumatera Utara pada Maret 2024 yaitu sebesar 7,99 persen.

Jumlah penduduk miskin pada Maret 2024 sebesar 3,73 ribu orang, menurun 0,28 ribu orang terhadap Maret 2023 dan menurun 0,79 ribu orang terhadap Maret 2022.

Garis Kemiskinan pada Maret 2024 tercatat sebesar Rp412.759,-/kapita/bulan meningkat Rp27.947 terhadap Maret 2023 dan meningkat Rp54.915 terhadap Maret 2022.

Garis Kemiskinan (GK) adalah suatu indikator yang dipergunakan sebagai suatu batas untuk menentukan miskin atau tidaknya seseorang.

Penduduk miskin adalah mereka yang dikategorikan memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Pada Maret 2024 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Kabupaten Pakpak Bharat sebesar 0,80 sedangkan tahun 2023 sebesar 0,49.

Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung menjauhi garis kemiskinan.

Pada periode yang sama, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Kabupaten Pakpak Bharat sebesar 0,11 sedangkan tahun 2023 sebesar 0,07.

Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat ketimpangan pengeluaran antar penduduk miskin semakin besar.

Masyarakat Pakpak Bharat yang Nduma (sejahtera) harus benar-benar kita capai, apapun caranya, hal ini selalu ditekankan oleh Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor dalam berbagai kesempatan.

Loading

Penulis : Benny S

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Wujudkan Guru Bermutu, PGRI Cabang Tawang Gelar Konkercab dan Tetapkan Program Strategis 2026
Polsek Kuala Cenaku Dorong Warga Manfaatkan Lahan Pekarangan untuk Budidaya Timun
Dugaan Jejaring Tambang Bentonit Bantarkalong, GAM Desak Usut Keterkaitan Oknum Polisi dan Perusahaan Asal Cirebon
Isak Tangis Anak Sabarnu di Mapolres Bartim, Memohon Keringanan untuk Sang Ayah
Panik Video Viral, Pelaksana Proyek Siluman Malua-Kolai Diam-diam Tambal Beton, Warga: Itu Akal-akalan Hilangkan Barang Bukti!
Pencurian Celengan Rp 5,25 Juta, Polisi Amankan Pemuda di Tanjung Bintang
Ribuan Burung Diangkut Tanpa Dokumen, Terjaring Pemeriksaan di Bakauheni
Bulan Bakti Karang Taruna 2026, Ketua KT Kota Tasikmalaya Soroti Dampak Regulasi Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:05 WIB

Wujudkan Guru Bermutu, PGRI Cabang Tawang Gelar Konkercab dan Tetapkan Program Strategis 2026

Senin, 28 September 2026 - 17:48 WIB

Polsek Kuala Cenaku Dorong Warga Manfaatkan Lahan Pekarangan untuk Budidaya Timun

Senin, 28 September 2026 - 17:27 WIB

Dugaan Jejaring Tambang Bentonit Bantarkalong, GAM Desak Usut Keterkaitan Oknum Polisi dan Perusahaan Asal Cirebon

Senin, 28 September 2026 - 17:06 WIB

Isak Tangis Anak Sabarnu di Mapolres Bartim, Memohon Keringanan untuk Sang Ayah

Senin, 28 September 2026 - 16:59 WIB

Panik Video Viral, Pelaksana Proyek Siluman Malua-Kolai Diam-diam Tambal Beton, Warga: Itu Akal-akalan Hilangkan Barang Bukti!

Berita Terbaru