Empat Kali Ganti Bupati, Ruas Jalan Karang Langit – Janah Jari di Bartim Dinilai Terabaikan

Senin, 9 Maret 2026 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARITO TIMUR, MNP – Kondisi ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Karang Langit dengan Desa Janah Jari di wilayah Kabupaten Barito Timur dikeluhkan masyarakat.

Meski telah berganti kepemimpinan hingga empat kali bupati, jalan tersebut dinilai masih belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Keluhan itu disampaikan oleh Yulius Yartono saat melakukan kunjungan ke Desa Janah Jari dan melintasi langsung ruas jalan dari Karang Langit menuju desa tersebut.

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak membuat akses masyarakat menjadi sulit, terutama saat musim hujan.

“Sejak awal 2002 pemekaran Kabupaten Bartim ,sudah empat kali pergantian bupati di Barito Timur, mulai dari Bupati Gumarawan Panti almarhum, Drs Zain Alkim dua periode, Ampera AY Mebaa dua periode dan dan Bupati 2025 M. Yamin, tetapi ruas jalan kabupaten Karang Langit menuju Janah Jari ini terkesan diabaikan. Padahal jalan ini sangat penting bagi aktivitas masyarakat, ,” ujarnya.

Yulius juga menyoroti kebijakan pemerintah daerah yang dinilai kurang berpihak pada kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat.

Di tengah isu efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Barito Timur justru mengadakan pengadaan mobil dinas mewah pada tahun 2025 dengan nilai total mencapai sekitar Rp15 miliar.

Menurutnya, anggaran sebesar itu seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang sangat dibutuhkan masyarakat desa.

“Kondisi jalan seperti ini mestinya menjadi prioritas pembangunan. Apalagi masyarakat setiap hari melintasi jalan tersebut untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan kebutuhan lainnya,” tambahnya.

Masyarakat di sekitar wilayah Karang Langit dan Janah Jari berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan perhatian terhadap kondisi jalan tersebut agar mobilitas warga menjadi lebih lancar dan aman.

Mereka juga berharap pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan tidak terus tertinggal dari daerah lain.

Loading

Penulis : Adi Suseno/Yulius Yartono

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam
Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek
Nestapa Warga Bogor Penggali Kubur: Sering Kelaparan, Hidup Sebatang Kara di Rumah Lapuk
Dengar Aspirasi Langsung di Lapangan, Kapolres Bogor Canda Tawa Ngariung Bareng Ojol
Epi Mulyana Tekankan Deteksi Dini Kekerasan Anak: Keluarga dan Lingkungan Jangan Tutup Mata
Rampung Renovasi Kubah Masjid Miftahul Jannah, Warga RW 11 Cikiara Padukan Edukasi PPA dan Kegiatan Sosial
Polsek Mangkubumi Gelar Doa dan Tahlilan Kenang Pengabdian Almarhum H. Efri Priyanto
Oknum Kades di Kecamatan Rakit kulim Akui Pungutan PETI Rp5 Juta, Pengepul Rp20 Ribu per Gram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Nestapa Warga Bogor Penggali Kubur: Sering Kelaparan, Hidup Sebatang Kara di Rumah Lapuk

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Dengar Aspirasi Langsung di Lapangan, Kapolres Bogor Canda Tawa Ngariung Bareng Ojol

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Epi Mulyana Tekankan Deteksi Dini Kekerasan Anak: Keluarga dan Lingkungan Jangan Tutup Mata

Berita Terbaru