Tasikmalaya, MNP.com – Asosiasi Perusahaan Perumahan Realestate Indonesia (REI) Priangan Timur ikut hadir dalam kesempatan sosialisasi Penyerahan Sarana Prasarana Untilas (PSU) di salah satu hotel Jl Yudanegara Kota Tasikmalaya, Rabu (13/12/2022).
Ujang Suganda Ketua REI Priangan Timur (Priatim) sangat mendukung dan menyambut baik dengan kegiatan tersebut, karena secara teknis ada kendala terkait dengan PSU itu sendiri.
Kata Ujang, kalau dari kemarin kendalanya dari aturan-aturan Perdanya, mungkin saat itu dikembangkan dengan pasti dijalankan belum sesuai dengan posisi keinginan di pengembang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Contohnya seperti untuk split, pembikinan sertifikat. Itu awalnya dari BPN split di BPN sisanya jug di BPN, ngapain harus ada pengukuran ulang. Kan tidak harus ada seperti itu, jadi itu salah satu yang memang banyak yang harus direvisi diperbaiki,” sebut Ujang.
“Tapi, pada kesempatan ini di kota Tasikmalaya, alhamdulillah bisa berjalan dan kami mungkin Asosiasi REI bisa dicek lah itu paling banyak yang memang sudah menyerahkan (PSU) dari asosiasi sendiri,” tuturnya.
Ujang mengaku, pihak REI adalah assosiasi yang sering melakukan komunikasi dengan pihak pemerintah serta pihak terkait, sehingga REI sendiri selama ini selalu bersinergi dengan segala pihak.
“Kami sebelumnya sudah bersinergi, bahkan mungkin dari asosiasi kami yang lebih banyak dengan kepala dinas, dengan Kabid, juga dengan pak Sekda, kita selalu berkoordinasi dan pihak DPRD juga sama. Karena posisinya banyak yang harus dirubah,” jelas Ujang.
Intinya lanjut dia, Asosiasi REI menyambut baik sosialiasi ini, karena dari awal juga seperti itu, jangan secara presisi bahwasanya dulu kesannya developer tidak mau menyerahkan, tetapi yang jelas posisinya, aturannya belum pas ideal.
“Tapi sekarang untuk kota Tasikmalaya sendiri sudah ada perubahan, bahkan sudah ada kurang lebih 50 diantaranya dari anggota REI,” pungkasnya. (Lex)
![]()









Tinggalkan Balasan