DPRD Kota Tasikmalaya akan Kawal Nasib Status Ribuan Honorer 

Senin, 30 Juni 2025 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asep Endang M. Syams | Net

Asep Endang M. Syams | Net

Tasikmalaya, MNP – Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadan dinilai apatis terhadap nasib ribuan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Pasalnya, mereka masih belum mendapatkan kepastian status sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Menyikapi itu, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya, Asep Endang M. Syams, yang juga menjabat Ketua Fraksi PKB angkat bicara.

Dirinya mendesak Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, untuk mengambil sikap tegas dan tidak terkesan menyerahkan seluruh tanggung jawab penyelesaian honorer kepada pemerintah pusat.

“Jangan sampai Wali Kota terlihat pasif dan seolah-olah menyerahkan sepenuhnya urusan ini ke pusat,” kata Asep saat ditemui di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Senin (30/6/2025).

Diketahui, pemerintah pusat melalui Kementerian PAN-RB dan Sekretariat Negara telah memberikan arahan yang jelas mengenai tenggat penyelesaian status tenaga honorer, yakni paling lambat Oktober 2025.

“Pusat sudah membuka jalan. Sekarang tinggal bagaimana kepala daerah, dalam hal ini Wali Kota, menunjukkan komitmennya,” tegasnya.

DPRD Kota Tasikmalaya akan terus mengawal proses ini secara serius, dan terbuka menerima aspirasi para tenaga honorer. Bahkan, jika tidak ada tindakan konkret dari pemerintah kota, DPRD akan membawa persoalan ini ke tingkat lebih tinggi.

“Kami tidak ingin ribuan tenaga honorer menjadi korban pembiaran birokrasi. Ini menyangkut hak dan masa depan mereka,” ujarnya.

Asep menegaskan, secara politik, kepala daerah memiliki tanggung jawab langsung menyelesaikan persoalan honorer, bukan semata-mata tugas Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

“Wali Kota harus turun langsung. Jangan biarkan ini menjadi masalah berlarut-larut. Jadikan ini sebagai agenda prioritas,” tandas Asep.

Loading

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Dengar Aspirasi Langsung di Lapangan, Kapolres Bogor Canda Tawa Ngariung Bareng Ojol
Epi Mulyana Tekankan Deteksi Dini Kekerasan Anak: Keluarga dan Lingkungan Jangan Tutup Mata
Rampung Renovasi Kubah Masjid Miftahul Jannah, Warga RW 11 Cikiara Padukan Edukasi PPA dan Kegiatan Sosial
Polsek Mangkubumi Gelar Doa dan Tahlilan Kenang Pengabdian Almarhum H. Efri Priyanto
Oknum Kades di Kecamatan Rakit kulim Akui Pungutan PETI Rp5 Juta, Pengepul Rp20 Ribu per Gram
Buntut Insiden di Tugu Kujang, Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf ke Insan Pers
Parang Melukai Pria 79 Tahun di Ampah Kota, Polisi Amankan Terduga Pelaku
Ruko Pasar Cikurubuk Disulap Jadi WC Umum dan Tempat Jual Air, Kok Bisa?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Dengar Aspirasi Langsung di Lapangan, Kapolres Bogor Canda Tawa Ngariung Bareng Ojol

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Epi Mulyana Tekankan Deteksi Dini Kekerasan Anak: Keluarga dan Lingkungan Jangan Tutup Mata

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Rampung Renovasi Kubah Masjid Miftahul Jannah, Warga RW 11 Cikiara Padukan Edukasi PPA dan Kegiatan Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Polsek Mangkubumi Gelar Doa dan Tahlilan Kenang Pengabdian Almarhum H. Efri Priyanto

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Oknum Kades di Kecamatan Rakit kulim Akui Pungutan PETI Rp5 Juta, Pengepul Rp20 Ribu per Gram

Berita Terbaru