Pakpak Bharat, MNP – Pembangunan tembok penahan tebing (TPT) di lokasi tower PLN desa Silima Kuta kecamatan Tinada kabupaten Pakpak Bharat dipertanyakan warga setempat.
Pasalnya, warga Sinamo yang mengaku pemilik lahan merasa dirugikan. Dimana menurutnya bahwa pada surat penyerahan lahan untuk pengadaan lokasi tower PLN tersebut dulunya berukuran 14 x14 m.
Namun pada saat sedang dilakukan pengerjaan pembangunan tembok tersebut, para pekerja malakukan pekerjaannya sudah melebihi batas dari surat penyerahan awal dari 14×14 m menjadi 15 x 15 m.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak pelaksana pekerjaan pun, saat dipersoalkan masalah ini sudah berjanji akan menyelesaikan polemik ini kepada PLN dan pihak Sinamo (Mantan Kades Silima Kita, red).
Tapi kenyataannya sampai sekarang pekerjaan sudah kisaran di 80 % janji pihak pelaksana proyek itu tidak ada direalisasikan dan berharap pihak PLN dapat menyelesaikan masalah tersebut .
Saat media ini mengkonfirmasi kepada Limbong pihak pelaksana kegiatan melalui media WhatsApp menyatakan, dirinya hanya melaksanakan pekerjaan sesuai instruksi dari pihak PLN sesuai volume yang diberikan.
“Pak, kami cuma pihak ketiga pak yang melaksanakan pekerjaan sesuai dengan volume pekerjaan yang diberikan oleh pihak PLN. Soal adanya kelebihan lahan dari ukuran 14×14 menjadi 15x 15, itu konfirmasi ke PLN saja pak,” katanya sembari memberikan no WhatsApp pihak PLN, Kamis (02/02).
Saat diminta klarifikasi melalui pesan WhatsApp, Karlo dari pihak PLN menyebut, pemilik lahan tersebut adalah bukan Sinamo (Mantan Kades Silima Kuta).
“Lahan tersebut adalah milik pak Sitanggang , dan persoalan luas lahan itu silahkan tanya PLN pusat,” sebutnya dengan nada tinggi.
Disinggung tidak adanya papan proyek, Karlo enggan menjelaskan dan hanya menjawab diplomatis tanpa menjabarkan pertanyaan wartawan.
“Masalah sumber dana itu murni dari PLN dan soal besarnya anggaran tanya ke PLN pusat lah,” katanya mengakhiri percakapan dengan nada tinggi.
Tapi, selang beberapa menit, Karlo kembali menghubungi media ini dengan mengirimkan chat WhatsApp.
“Proyek tersebut adalah pengerjaan proyek penanggulangan bencana dari PLN,” tegas Karlo tanpa membeberkan informasi detail proyek tersebut.
Karlo pun menyarankan wartawan menghubungi pihak kantor PLN ke Gardu Induk yang berada di Dusun Traju. Namun, saat media ini mendatangi lokasi tersebut, tidak bertemu dengan orang yang berkompeten. (Benny).
![]()









Tinggalkan Balasan