Desa Tanjung Sari Gelar Selamatan Turun Sawah: Wujud Syukur dan Harapan Panen Melimpah

Senin, 27 Oktober 2025 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indragiri Hulu, MNP – Suasana kebersamaan dan kekhidmatan menyelimuti aula Desa Tanjung Sari, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, saat masyarakat setempat menggelar acara selamatan turun sawah, Senin (27/10/2025)

Tradisi tahunan ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus doa bersama agar musim tanam tahun ini membawa hasil melimpah, penuh berkah, serta dijauhkan dari segala bentuk bencana maupun kendala di sawah.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Tanjung Sari, Rasimun, bersama jajaran perangkat desa, antara lain Sekretaris Desa Suwandi, para Kepala Dusun, Ketua RW dan RT, serta Ketua BPD Sarmo beserta anggota.

Turut hadir pula Pendamping Desa Dodi, Kepala BPP Kecamatan Kuala Cenaku, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Bhabinkamtibmas, serta tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh masyarakat desa yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Rasimun menegaskan bahwa selamatan turun sawah bukan sekadar ritual tradisi, tetapi juga menjadi momen doa bersama dan perekat kebersamaan antarwarga.

“Dengan acara ini, kita berdoa bersama untuk keselamatan selama bekerja di sawah, memohon agar segala kegiatan pertanian berjalan lancar dan diberikan hasil panen yang melimpah serta penuh berkah. Selain itu, acara seperti ini juga mempererat tali silaturahmi antara pemerintah desa dan masyarakat,” ujar Rasimun.

Ia menambahkan, dirinya merasa bangga dan terharu melihat semangat warga yang terus menjaga tradisi lokal yang sarat makna tersebut.

“Saya merasa lebih dekat dengan masyarakat melalui kegiatan seperti ini. Tradisi selamatan turun sawah bukan hanya tentang pertanian, tapi juga tentang kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur atas nikmat yang Tuhan berikan,” tambahnya.

Rangkaian acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Warga kemudian menyajikan berbagai makanan hasil bumi seperti nasi tumpeng, lauk pauk tradisional, dan hasil panen sebelumnya sebagai simbol rasa syukur.

Menurut salah satu tokoh adat, tradisi ini telah dilaksanakan turun-temurun sejak zaman nenek moyang. Masyarakat percaya bahwa doa bersama sebelum turun ke sawah dapat membawa keberkahan dan menjauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti gagal panen, hama, atau bencana alam.

“Selain bentuk syukur, ini juga cara kami menjaga kearifan lokal agar tidak hilang ditelan zaman. Generasi muda harus ikut terlibat dan memahami makna di balik tradisi ini,” ujarnya.

Selain berdoa, masyarakat juga bergotong royong membersihkan area sawah dan saluran irigasi sebagai persiapan sebelum masa tanam dimulai.

Kegiatan ini mencerminkan semangat solidaritas warga yang tinggi, selaras dengan nilai gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan.

Dalam sambutannya, Kepala BPP Kecamatan Kuala Cenaku menuturkan bahwa pertanian di Desa Tanjung Sari merupakan motor penghasil pangan sekaligus pusat pembibitan benih padi berkualitas terbaik se-Provinsi Riau.

Hal ini menunjukkan potensi besar desa dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan memperkuat sektor pertanian lokal.

Sementara itu, Pendamping Desa Dodi menyampaikan apresiasi terhadap semangat masyarakat Tanjung Sari yang masih mempertahankan budaya lokal.

“Tradisi seperti ini punya nilai sosial yang luar biasa. Di tengah era modern, semangat gotong royong dan rasa kebersamaan seperti inilah yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Tanjung Sari berharap agar sektor pertanian semakin produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

Kepala Desa Rasimun menekankan pentingnya kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa.

“Kami ingin masyarakat semakin kompak, saling membantu dalam bekerja, dan terus menjaga semangat persaudaraan. Semoga setiap tetes keringat petani menjadi amal baik dan membawa hasil yang berlimpah untuk kesejahteraan bersama,” tutupnya.

Acara kemudian ditutup dengan makan bersama warga, menandai dimulainya musim tanam dengan penuh semangat dan doa agar sawah-sawah Desa Tanjung Sari kembali hijau, subur, dan menghasilkan panen terbaik bagi seluruh masyarakatnya.

Loading

Penulis : Jun

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

TPP ASN Dipangkas, Efisiensi atau Alarm Fiskal Pemkot Tasikmalaya?
Sulitnya Menjaga Warisan Leluhur, Nasib Perajin Payung Geulis Tasikmalaya Makin Terpinggirkan
Senyum Bahagia Warga Desa Karelayu, Terima Sertifikat PTSL dari Bupati Jeneponto 
Tanggapi Berita Paguyuban Online Bersatu, Maxim Indonesia Buka Suara Terkait Tarif dan Komisi
Kasus Curat Mobil Pantai Sanggar Beach: Buron 6 Bulan, BH Diciduk Kunci Duplikat Disita
Soal Rangkap Jabatan Dewan Pengawas RSUD dr. Soekardjo, Irfan: Jangan Sampai Pengawasan Kehilangan Independensi
Dugaan Penguasaan 171 SHM di Luar HGU Memanas, Potensi PAD Bartim Disorot
Peringati World Clean Up Day, SMAN 6 Tasikmalaya Gelar Aksi Bersih-Bersih Lingkungan Sekolah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:37 WIB

TPP ASN Dipangkas, Efisiensi atau Alarm Fiskal Pemkot Tasikmalaya?

Jumat, 18 September 2026 - 14:00 WIB

Sulitnya Menjaga Warisan Leluhur, Nasib Perajin Payung Geulis Tasikmalaya Makin Terpinggirkan

Jumat, 18 September 2026 - 11:25 WIB

Senyum Bahagia Warga Desa Karelayu, Terima Sertifikat PTSL dari Bupati Jeneponto 

Jumat, 18 September 2026 - 11:13 WIB

Tanggapi Berita Paguyuban Online Bersatu, Maxim Indonesia Buka Suara Terkait Tarif dan Komisi

Jumat, 18 September 2026 - 10:50 WIB

Kasus Curat Mobil Pantai Sanggar Beach: Buron 6 Bulan, BH Diciduk Kunci Duplikat Disita

Berita Terbaru

Berita terbaru

TPP ASN Dipangkas, Efisiensi atau Alarm Fiskal Pemkot Tasikmalaya?

Jumat, 18 Sep 2026 - 14:37 WIB