Bogor, MNP – Pengurus dan jama’ah serta warga didukung Kepala Desa dan jajaran menggelar kegiatan pengajian rutin MUI Tingkat Kecamatan Dramaga, pada Selasa (14/5/2024).
Acara tersebut diprakarsai dan dipimpin langsung oleh Ketua MUI Kec. Dramaga KH. Endang Muchtadi, serta segenap pengurus MUI Kec. Dramaga, beserta MUI Desa Neglasari.
Turut hadir jajaran ForKoPimCam Dramaga yakni, Camat dan Sekcam Dramaga, Danpos Ramil TNI mewakili Danramil (Serma Sumpena) dan Bhabinkamtibmas Dramaga, mewakili Kapolsek Dramaga (Aiptu Endang), serta Kepala KUA Dramaga, Tapip.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dihadiri pula oleh Delapan Orang Kepala Desa yang ada diantaranya Kades Neglasari sebagai Tuan Rumah, Kades Dramaga, Kades Sinar Sari, lalu Kades Cikarawang, Kades Purwasari, Kades Petir, Kades Babakan dan Kades Ciherang).
Sedangkan Dua orang Kepala Desa lainnya dikabarkan tengah didalam kegiatan lain di wilayahnya, yakni Kades Sukadamai dan Kades Sukawening.
Ketua DKM Masjid Jami’ Abu Hurairah, Ustadz Zainal Abidin, serta para pengurus DKM dan beberapa jamaah, bergotongroyong mengurus dan mempersiapkan segala keperluan penunjang acara, termasuk susunan acara dan urusan konsumsi.
Pengajian ini sedikitnya dihadiri 150 orang, termasuk dari pengurus DKM sendiri serta para jamaah Masjidnya.
Acara pengajian dipenuhi beberapa sesi sambutan, diantaranya dari Sekcam Dramaga, yang mewakili Camat Dramaga, Ine.
Beliau menyampaikan ungkapan terima kasih, serta bangga atas keberhasilan warga di Neglasari, dalam menjaga dan mewujudkan kondusif nya agenda pemilu (pilpres dan pileg) yang lalu. Untuk menyongsong pilkada bulan November 2024 nanti.
Menurut Ine, hal tersebut dipandangnya perlu agar warga Neglasari senantiasa mempertahankan stabilitas, kondusifitas serta keberhasilannya itu didalam menjalankan proses pemilu sebagai suatu pesta rakyat, yang demokratis.
“Sehingga pemilu tidak menegangkan, tapi malah menghibur, menyenangkan dan menambah wawasan di dalam menjalankan amanat demokrasi dan konstitusi, di wilayah pedesaan yang asri,” jelas Ine.
Sambutan lainnya dari Bhabinkamtibmas Dramaga, Aiptu Endang, membahas cara yang baik serta humanis, untuk dapat menanggulangi dan metode pencegahan kenakalan para pemuda, remaja dan anak – anak di wilayah Kecamatan Dramaga, hingga beberapa titik wilayah yang langsung berbatasan dengan wilayah lainnya.
“Terutama masalah tawuran antar pelajar serta remaja dan anak-anak tadi, melalui pengawasan hingga bimbingan para orang tua di lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Aiptu Endang menyebut, didalam konteks mencegah serta menanggulangi tindak penyalahgunaan (konsumsi Narkoba dan Miras), yang di titik beratkan bimbingannya pada peran kedua orang tua masing-masing.
“Terutama di malam hari, agar mencegah anak-anaknya nongkrong, di tempat-tempat yang bukan semestinya demi mencegah hal-hal yang tak diinginkan. Jangan malah membiarkan anak-anaknya keluyuran tak jelas maksud dan tujuannya terutama di malam hari,” paparnya.
Berbeda, sambutan KH. Abdullah Mubarok, justru membahas esensi ibadah sejatinya bagi Muslimin dan Muslimah, berbasis Ammar Ma’ruf Nahyi Mungkar, yang semata-mata hanya karena Alloh SWT, sebagai Tuhan di seluruh alam dan Tuhannya seluruh Makhluk.
Apa yang disampaikannya, diperkuat
penyampaian tausiyah dari KH. Sanusi, sebagai pengisi sambutan selanjutnya yang membahas keilmuan dan tata cara terbaik, dalam kerangka menjaga stabilitas ukhuwah antar umat Islam, hingga antara umat Islam dengan non Islam, di dalam konteks lokal dan nasional.
Hal itu demi keutuhan persatuan dan kesatuan Bangsa, yang berpondasikan Aqidah atau ajaran dalam Agama Islam, agar selalu hidup rukun dan damai dengan semua umat beragama lain (non Islam).
Sesi sambutan dipungkas Penceramah, Ustadz Cecep Bustomi yang membahas Fiqih, tentang Air bersih dan suci, yang suci dan mensucikan tanpa kontaminasi najis apa pun, dilengkapi dengan contoh-contoh Air nya, serta dalil-dalil keilmuannya, baik teori secara Islami maupun teori ilmiah para ilmuannya, di bidang kompetensinya.
Di dalam sambutannya itu pun turut dibahasnya, hal terkait hukum hingga tata laksana pernikahan, yang baik serta benar, berdasar kan ajaran aqidah Agama Islam. Acara pengajian pun ditutup dengan berjama’ah shalat Dzuhur dan do’a yang dipimpin Ketua MUI, diakhiri dengan sesi makan Siang bersama.
![]()
Penulis : Asep Didi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan