Tasikmalaya, MNP – Lagi lagi aksi yang dilakukan Yayasan PADI (Peradaban Demokrasi Indonesia), terkait dengan kondisi sungai Citanduy, Cimulu dan Ciloseh.
Kali ini, terpasang sebuah tenda dan kotak sumbangan bertuliskan Kotak Amal Ka Gubernur Kanggo Ngeruk Leutak…Bilih Hoyong Amal” terpampang di jembatan Ciloseh.
Iwan Restiawan Ketua Umum Yayasan PADI menyampaikan, spanduk tersebut untuk menggalang dana karena menurut informasi, bahwa untuk pengerukan tidak ada anggaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lanjut Iwan, tentang masalah seratus juta koin untuk Gubernur Jawa Barat, infonya awalnya kemarin terdengar anggaran itu tidak ada untuk pengerukan, versi pengairan PSDA Jawa Barat.
“Makanya saya inisiatif kumpulkan dana dari masyarakat kota Tasikmalaya khususnya, untuk solidaritas agar tidak banjir untuk biaya pengerukan sungai Cimulu,” kata Iwan.
“Ketika sudah ada akan di anterin ke pak Gubernur biar nanti pak Gubernur di berikan lagi ke PSDA Provinsi supaya dipakai biaya pengerukan,” tambahnya.
Iwan menyinggung respon pihak PSDA Provinsi yang memberikan statement di salah satu media.
“Saya baca berita itu ada dari Pak Diki kepala PSDA Provinsi Jawa Barat, dia bersteatmen tentang bencana alam itu tanggung jawab semua, nah yang seharusnya ngomong kaya gini itu bukan kepala PSDA Provinsi, seharusnya biar publik percaya itu pak Ridwan Kamil sebagai pejabat tertinggi di Jawa Barat yang ngomong, itu keinginan kami,” tegasnya.
Iwan menambahkan, Yayasan PADI tidak subyektif terkait kurang tanggapnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
“Namun kami berharap Ridwan Kamil bisa dan mau untuk blusukan ke daerah seperti yang dilakukan Presiden Jokowi,” pungkas Iwan. (Insani).
![]()









Tinggalkan Balasan