ENREKANG, MNP – Petani jagung di Kabupaten Enrekang bisa sedikit bernapas lega, karena kini tidak akan lagi memikirkan rugi jika gagal panen.
Pemerintah Daerah dalam waktu dekat akan menandatangani Perjanjian Kerja Sama atau PKS dengan PT. Jasa Asuransi Indonesia atau Jasindo untuk program jaminan gagal panen komoditas jagung.
Ini jadi langkah besar setelah sebelumnya program serupa fokus di komoditas padi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kab. Enrekang, Ikbar Ashadi, memastikan fokus tahun ini akan dialihkan ke jagung.
“Tahun ini kita tingkatkan jaminan gagal panen ke komoditas jagung setelah komoditas padi,” kata Ikbar saat ditemui di kantornya, Rabu (19/08/2026).
Saat ini komunikasi intensif dengan pihak Jasindo sudah berjalan. PKS direncanakan segera ditandatangani untuk periode tanam Oktober 2026 – Maret 2027.
Artinya, petani yang mulai tanam di bulan Oktober nanti sudah bisa masuk dalam skema perlindungan asuransi.
Ikbar menjelaskan skema anggaran yang diterapkan. Untuk komoditas padi, Pemerintah Pusat melalui APBN sudah menanggung 80 persen dari 1000 hektare lahan yang masuk program. Pemda hanya perlu menyiapkan sekitar 36 juta atau 20 persen.
“Dengan adanya dukungan dana dari APBN, Pemda tinggal menyiapkan anggaran sekitar 36 juta untuk padi. Nah, anggaran yang sudah diprogramkan itu kita fokuskan ke jaminan untuk jagung,” jelasnya.

Untuk tahap awal, kerja sama dengan Jasindo akan mencakup 200 hingga 500 hektare lahan jagung.
Luasan ini akan menjadi pilot project sebelum diperluas. Jika berjalan lancar, cakupannya akan terus ditambah untuk menjangkau lebih banyak petani.
Langkah ini sangat penting mengingat luas lahan jagung di Enrekang mencapai sekitar 12.500 hektare.
Komoditas ini tersebar di 7 kecamatan sentra, yakni Kecamatan Enrekang, Maiwa, Baraka, Curio, Cendana, Buntu Batu dan Malua.
Dengan adanya jaminan, risiko kerugian akibat cuaca ekstrem, hama, atau bencana bisa diminimalisir.
Dengan hadirnya asuransi gagal panen jagung, Pemda Enrekang berharap produktivitas dan semangat petani semakin meningkat.
“Ini bentuk keberpihakan pemerintah kepada petani. Kami ingin petani tenang menanam, karena ada negara yang menjamin,” pungkas Ikbar.
![]()
Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan