Perang Opini Meletus! Dosen UNISMUH VS Mantan Dosen UNIMEN: “Merakyat Itu Citra Atau Kapasitas?”

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENREKANG, MNP – Ruang publik Kabupaten Enrekang diramaikan “perang opini” dua akademisi. Di satu sisi ada Dr. Yusuf Alfian Rendra Anggoro, KR, SE, MM, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (UNISMUH) Makassar.

Di sisi lain muncul tanggapan dari seorang pemerhati demokrasi Enrekang yang juga mantan dosen UNIMEN dan kini mengajar di SD kecil Baraka. Perdebatan: Apa sebenarnya inti kepemimpinan, “merakyat” atau “kapasitas”?

Pernyataan pembuka datang dari Dr. Yusuf Alfian lewat media sosial. Ia menyebut, “Ketika sensasi merakyat lebih dominan daripada kapasitas, gagasan dan prestasi, sebenarnya yang sedang dibangun bukanlah kepemimpinan melainkan citra.”

Menurutnya, merakyat bukan soal seberapa sering tampil bersama rakyat. “Kepemimpinan sejati tidak sibuk menciptakan kesan melainkan ia menciptakan perubahan. Banyak gaya boleh, tetapi tanpa karya semuanya hanya menjadi kemasan,” tulisnya.

Pernyataan itu langsung direspons. Lewat rilis yang diterima Media Nasional Potret, Dr Solihin, M Pd. mantan dosen UNIMEN tersebut membantah keras.

Ia menilai memisahkan “merakyat” dari “kapasitas, gagasan, dan prestasi” seolah bertentangan justru melupakan inti kepemimpinan. “Merakyat bukan lawan kapasitas. Ia adalah bentuk tertinggi kapasitas,” tegasnya.

Ia menyebut penafsiran Dr. Yusuf sebagai pandangan yang sempit. Bagi dia, merakyat bukan sekadar gaya tampil atau pencitraan.

“Merakyat adalah kemampuan mendengar, memahami, dan menempatkan kebutuhan rakyat di atas segalanya. Itu adalah kecerdasan emosional dan sosial yang justru menjadi bagian terbesar dari kapasitas seorang pemimpin,” ujarnya.

Argumennya semakin tajam. Ia menilai tanpa kemampuan merakyat, gagasan sehebat apapun akan mati.

“Tanpa kemampuan merakyat, sehebat apa pun gagasan pemimpin bisa menjadi angin lalu, tidak dipahami, tidak dirasakan, tidak dijalankan oleh rakyat. Kapasitas tanpa merakyat adalah kekuatan tanpa arah,” katanya.

Ia juga menolak anggapan kedekatan dengan rakyat hanya menciptakan kesan. “Dekat dengan rakyat bukan menciptakan kesan, itu membangun kepercayaan. Dan kepercayaan tidak bisa dibangun dari atas panggung atau dari jarak yang jauh,” tambahnya.

Pemerhati demokrasi ini juga menyoroti bahaya kebijakan yang lahir di atas kertas. “Karya yang besar tapi lahir tanpa memahami rakyat, pada akhirnya hanya menjadi kemasan yang tidak berisi. Banyak pemimpin yang berprestasi secara statistik, tapi jauh dari hati rakyat dan di situlah prestasi itu perlahan lenyap,” jelasnya.

Ia kemudian menawarkan jalan tengah yang tegas. “Kita tidak harus memilih antara merakyat atau berkarya. Sebaliknya merakyatlah agar karya itu tepat, dan berkaryalah agar kedekatan itu bermakna. Memisahkan keduanya justru memecah belah keutuhan kepemimpinan,” ucapnya.

Di akhir rilis, ia merumuskan definisi pemimpin ideal. “Pemimpin yang sempurna adalah yang hatinya merakyat, pikirannya berkapasitas, dan tangannya menghasilkan karya. Bukan salah satu melainkan keduanya.” Perang opini ini kini menjadi diskusi publik, menguji bagaimana publik Enrekang memaknai pemimpin masa depan.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Desakan Tokoh Adat Menggema! Akhirnya Dua Peladang Hayaping Yadi dan Subarno Dibebaskan
TERBONGKAR! Cetak Sawah Rakyat di Luwu Utara Diduga Janggal, Petani Hanya Terima Rp 11 Juta/Hektare
Sekdis Dishub Garut Monitoring ke UPTD Wilayah VIII Malangbong, Tekankan Disiplin Kerja dan Pelayanan
Kapolsek AKP Nurrozi Sambangi SMPN 3 Sukaratu, Ingatkan Siswa Jauhi Bullying dan Narkoba
HUT TNI ke 81, Koramil 1106 Malangbong Perkuat Sinergi TNI-Polri
Sekolah Legislasi MPM STHG: Memperkuat Tradisi Legislasi dan Demokrasi Kampus di Tasikmalaya Raya
Peringatan HUT Ke-81 TNI di Tasikmalaya Berlangsung Khidmat di Lapangan Wingdik 600/Kal
Karyawan PT SBL Resah, Rombongan Pekerja KSO CV Java Victory Bertahan di Area

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Desakan Tokoh Adat Menggema! Akhirnya Dua Peladang Hayaping Yadi dan Subarno Dibebaskan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:38 WIB

TERBONGKAR! Cetak Sawah Rakyat di Luwu Utara Diduga Janggal, Petani Hanya Terima Rp 11 Juta/Hektare

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Sekdis Dishub Garut Monitoring ke UPTD Wilayah VIII Malangbong, Tekankan Disiplin Kerja dan Pelayanan

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Kapolsek AKP Nurrozi Sambangi SMPN 3 Sukaratu, Ingatkan Siswa Jauhi Bullying dan Narkoba

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:06 WIB

HUT TNI ke 81, Koramil 1106 Malangbong Perkuat Sinergi TNI-Polri

Berita Terbaru

Berita terbaru

HUT TNI ke 81, Koramil 1106 Malangbong Perkuat Sinergi TNI-Polri

Senin, 5 Okt 2026 - 14:06 WIB