Enrekang, MNP – Pemerintah Kabupaten Enrekang melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) menggelar acara Monitoring dan Evaluasi (Monev) Satgas Swasembada Pangan Kementan di Wilayah Sulawesi Selatan Kabupaten Enrekang.
Plh. Kadis DTPHP Enrekang Dr. Ikbar Ashadi menjelaskan pencapaian Luas Tambah Tanam (LTT) penanaman padi dua bulan terakhir yaitu bulan Mei 97,36 % dan bulan Juni : 81 %.
_Sementara itu, untuk realisasi LTT Reguler Padi 2022 – 2024 dan Progres 2025 yakni 2022 :10.577,71, 2023 : 7.574,24, 2024 : 10.846,13, 1 Januari – 31 Mei 2025 : 5.460,” jelasnya di Pendopo Rujab Bupati Enrekang pada beberapa hari yang lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dr. Ikbar Ashadi juga menjelaskan bahwa curah hujan masih ditingkat menengah (101 – 300 mm) dan ini masih terjadi di Sulawesi 2 bulan terakhir sesuai prediksi BMKG.
“Besok juga kami akan melaksanakan tanda tangan kontrak Oplah antara Dinas Pertanian Enrekang dengan Kodim 1419/Enrekang sebanyak 1.914 hektar,” katanya.
Dandim 1419/Enrekang Letkol Inf Augustiar Adinegoro saat memberi sambutan mengatakan, pihaknya melakukan monitoring realisasi LTT Reguler selama tahun 2025. Mulai bulan Januari s/d Juni.
“Untuk target LTT Januari – Desember: 16.662 HA. Pencapaian target : 7.529 HA. Selisih/Belum terealisasi : 9.133 HA,” papar Letkol Inf. Agustiar Adinegoro.
Dandim mengatakan, untuk optimalisasi lahan TA. 2025 Kecamatan Maiwa seluas 1.306 HA, Kecamatan Cendana seluas 323 HA, Kecamatan Enrekang seluas 204 HA dan Baraka seluas 84 HA. Luas keseluruhan : 1.917 HA.
Ketua Tim Satgas Swasembada Pangan Kementan RI Brigjen TNI Wawan Erawan dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas penyambutan Bupati Enrekang.
“Kami tidak mau hal tersebut terjadi juga di Negara kita, oleh karena itu kami mengharapkan kerjasama kita semua untuk melakukan penanaman untuk memperkuat swasembada pangan,” ujarnya.
Brigjen TNI Wawan Erawan juga mengatakan, swasembada pangan dilakukan harus ada konsekuensi Pemerintah daerah dan Lompatan tekhnologi untuk membantu petani dalam peningkatan hasil produksi di lapangan.
“Dalam rangka swasembada pangan ini, kita juga harus memperluas lahan sawah dan mempercepat pengolahannya sehingga kita bisa melakukan penanaman,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan